Pemkot Samarinda Serahkan 222 Kios ke Pedagang SKTUB, 157 Masih Diverifikasi

SAMARINDA — Proses distribusi kios di gedung baru Pasar Pagi Samarinda terus bergerak. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mencatat hingga 21 Februari, sebanyak 222 pedagang pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) telah menerima kunci dari total 379 nama yang terdata.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahap awal verifikasi. Kuasa Pedagang SKTUB Pasar Pagi, La Sila, menjelaskan bahwa pada tahap pertama hanya 171 pedagang yang dinyatakan aktif dan lolos verifikasi. Setelah dilakukan pembaruan dan pencocokan ulang dokumen, jumlah penerima bertambah menjadi 222 orang.

“Artinya, sudah 222 pemilik SKTUB resmi menerima kiosnya. Proses ini masih berjalan dan terus diperbarui,” ujarnya.

La Sila menegaskan, pihaknya bersama Pejuang SKTUB 379 tetap mengawal penuh proses distribusi tersebut. Ia memastikan seluruh pemilik dokumen fisik SKTUB harus mendapatkan haknya sesuai kesepakatan.

Dalam pertemuan sebelumnya saat aksi damai di Balai Kota Samarinda, telah disepakati bahwa setiap pemilik SKTUB berhak memperoleh satu kios lebih dulu, tanpa membedakan status aktif maupun tidak aktif.

Baca Juga:  Burung Tiong Jadi Maskot Porprov Kaltim 2026 di Paser

Meski demikian, masih terdapat sekitar 157 pedagang yang belum menerima kunci. Menurut La Sila, kondisi itu terjadi karena proses sinkronisasi serta verifikasi data masih berlangsung.

“Jika ada data yang belum cocok, perlu disampaikan secara transparan apakah karena berkas belum lengkap atau memang belum terverifikasi,” tegasnya.

Ia memaparkan, sebelumnya terdapat 208 data yang belum terakomodasi usai verifikasi awal. Dalam proses pencocokan lanjutan ditemukan selisih sekitar 39 data.

Sebagai bagian dari validasi, sebanyak 167 dokumen fisik SKTUB kembali dikumpulkan untuk diverifikasi ulang sebelum diserahkan kepada pemerintah kota.

Hasil pembaruan terakhir menunjukkan sekitar 10 nama dalam pengajuan tambahan ternyata sudah masuk dalam daftar penerima kunci. Dengan demikian, jumlah riil pedagang yang masih menunggu distribusi kini berkisar 157 orang.

La Sila memastikan perjuangan belum berhenti sampai seluruh pedagang mendapatkan haknya.

“Pastinya kita akan mengawal pedagang yang belum terakomodasi sampai mendapatkan kios untuk berdagang agar roda ekonomi di Pasar Pagi bisa bergerak kembali,” tutupnya. (MK)

Baca Juga:  Gubuk Liar di Median Ringroad Dibongkar, Penghuni Protes Minta Keadilan

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.