NUSANTARA — Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) merencanakan pembangunan madrasah terpadu di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Lahan seluas sekitar 21 hektare telah ditinjau langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam kunjungan kerjanya pada 20–21 Februari 2026.
Madrasah tersebut dirancang mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini (IKN). Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah,” ujar Menag dalam keterangan resminya.
Konsep kawasan pendidikan ini tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, masjid, serta sarana pendukung lainnya. Madrasah terintegrasi tersebut diharapkan menjadi solusi pendidikan yang lengkap dan berkualitas bagi masyarakat di wilayah delineasi IKN yang terus berkembang.
Menurut Nasaruddin, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono telah menyatakan kesiapan untuk menyediakan lahan bagi pembangunan tersebut. Dalam kunjungan kerjanya, Menag juga membahas pengembangan perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menilai kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN membuka peluang besar bagi Kementerian Agama untuk memperkuat koordinasi vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus berbasis di Jakarta.
“Mudah-mudah pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasikan seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak harus harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” pungkas Nasaruddin.
Sebagai informasi, lokasi lahan yang ditinjau berada satu koridor dengan sejumlah fasilitas strategis, seperti RS Abdi Waluyo, Mayapada Hospital, Universitas Gunadarma, serta SMA Taruna Nusantara di kawasan 1B–1C IKN. (MK)
Editor: Agus S




