Jembatan Nibung Resmi Beroperasi Setelah 12 Tahun Dinanti

SANGATTA— Jembatan Sungai Nibung resmi difungsikan setelah diresmikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. Infrastruktur sepanjang 390 meter itu kini menjadi penghubung vital Desa Kandungan Jaya dan Desa Pelawan.

Tak sekadar mempersingkat jarak tempuh, jembatan tersebut diyakini menjadi pemantik kebangkitan ekonomi wilayah Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang.

Camat Kaubun, Saprani, menegaskan kehadiran jembatan menjadi angin segar bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan adanya jembatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, warga hanya mengandalkan ponton untuk menyeberangkan hasil perkebunan. Saat cuaca buruk, distribusi kerap tersendat. Dampaknya, kualitas komoditas terutama kelapa sawit ikut terpengaruh.

Kini, akses darat terbuka lebar. Biaya logistik diprediksi lebih efisien, waktu tempuh semakin singkat.

Tak hanya menopang sektor perkebunan, Jembatan Nibung juga memperlancar jalur menuju kawasan wisata di Kabupaten Berau, khususnya Biduk-Biduk. Daerah yang dikenal dengan pantai eksotis dan wisata baharinya itu menjadi destinasi favorit di Kaltim.

Dengan akses yang semakin mulus, arus kendaraan dari Kutim menuju Biduk-Biduk dipastikan meningkat. Efek dominonya, peluang usaha di sepanjang jalur penghubung ikut menggeliat. Warung makan, penginapan, bengkel, hingga pelaku UMKM lokal diprediksi kecipratan berkah.

Baca Juga:  Korban Terakhir Kecelakaan Ketinting di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal, SAR Akhiri Operasi Hari Keempat

Kepala Desa Pelawan, Nurhanuddin, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Pembangunan yang dimulai sejak 2014 itu akhirnya rampung.

“Mewakili masyarakat Desa Pelawan, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Timur,” katanya.

Ia berharap keberadaan jembatan benar-benar menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan Kutim–Berau.

“Semoga dengan adanya jembatan ini bisa lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga Pelawan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.