BONTANG – Sebuah video menampilkan seorang waria membaca doa berbuka puasa, diselipi kata-kata tidak pantas, tengah viral di media sosial (sosmed) dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Netizen sangat menyayangkan konten ini karena dianggap tidak menghormati nilai-nilai agama. Bahkan sejumlah masyarakat meminta pihak terkait, untuk memberikan penjelasan atas video yang beredar.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan sejumlah personel untuk mencari identitas yang bersangkutan.
“Ini masih kami telusuri identitasnya,” ucapnya saat dihubungi.
Tak berselang lama kemudian, pihak kepolisian langsung mendapati pihak yang bersangkutan bersama dengan kedua rekannya, terkait videonya yang telah viral.
Menanggapi ramainya perbincangan, pihak yang diduga terkait dengan video itu akhirnya memberikan klarifikasi yang berdurasi selama 1 menit 12 detik, di dampingi langsung dari perwakilan MUI Bontang beserta pihak kepolisian.
Dalam klarifikasinya, pihak yang bersangkutan menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Kota Bontang yang merasa tersinggung atas beredarnya video tersebut, terutama kepada umat muslim di seluruh dunia.
“Atas video yang telah membuat gaduh di Bontang, kami bertiga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan kami yang telah membuat video tersebut. Kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari. Bila kami mengulangi kembali, kami siap diproses secara hukum,” ucapnya saat klarifikasi.
Meski demikian, video tersebut terlanjur menyebar luas dan menjadi perbincangan di berbagai sosmed. Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam membuat, maupun menyebarkan konten, terutama yang berkaitan dengan hal-hal sensitif seperti agama.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




