Disperindag Bikin Pasar Murah di Sangatta Utara, Tiap Paket Seharga Rp100 Ribu

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar pasar murah di Kecamatan Sangatta Utara menjelang Idulfitri. Program ini digelar untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Nora Ramadani mengatakan, pasar murah kali ini menyediakan 2.239 paket sembako untuk masyarakat. Setiap paket dapat ditebus warga dengan harga Rp100 ribu, meski nilai sebenarnya mencapai sekitar Rp300 ribu.

“Artinya ada subsidi sekitar Rp200 ribu dari pemerintah daerah untuk setiap paket,” ujarnya, Jum’at (13/3/2026).

Nora menjelaskan, pelaksanaan pasar murah sempat tertunda pada awal tahun karena menunggu kepastian anggaran. Setelah anggaran tersedia pada akhir Februari, kegiatan dipercepat agar dapat membantu masyarakat menjelang Lebaran.

“Sebelumnya Pak Bupati menanyakan pelaksanaan pasar murah Januari sampai Maret. Karena anggaran baru tersedia di akhir Februari, maka kita laksanakan sekarang di Sangatta Utara sebelum Lebaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembagian paket tidak dilakukan secara bebas. Warga yang berhak menerima terlebih dahulu mendapatkan kupon dari pemerintah desa melalui kecamatan. Mekanisme ini diterapkan agar program tepat sasaran.

Baca Juga:  Natal Jadi Momentum Pembinaan, Satu WBP Lapas Tenggarong Langsung Bebas Usai Terima Remisi

“Kupon dibagikan oleh desa melalui kecamatan. Kami mempercayakan pendataan kepada desa karena mereka yang lebih mengetahui kondisi masyarakatnya,” katanya.

Menurut Nora, prioritas penerima adalah keluarga kurang mampu, keluarga dengan kasus stunting, serta warga yang belum pernah menerima bantuan serupa.

Dalam pelaksanaannya, satu kupon hanya berlaku untuk satu KTP. Dalam satu keluarga maksimal dapat menebus dua paket, jika suami dan istri sama-sama memiliki kupon.

Untuk tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk program pasar murah. Dana tersebut mencakup biaya paket sembako sekitar Rp4,5 miliar dan Rp500 juta untuk operasional.

Namun dengan anggaran tersebut, pasar murah baru dapat dilaksanakan di enam kecamatan.

“Rencananya setelah Sangatta Utara, kegiatan akan dilanjutkan setelah Lebaran di Bengalon dan Kaliorang, kemudian Kaubun, Karangan, serta Sandaran,” ungkapnya.

Menurut Nora, idealnya pasar murah digelar di seluruh kecamatan di Kutim yang berjumlah 18 wilayah. Namun keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

“Kalau nanti di pertengahan tahun ada tambahan anggaran, tentu akan kita upayakan lagi di kecamatan yang belum,” pungkasnya.

Baca Juga:  Lahan Tambahan Tanpa Persetujuan Lingkungan Jadi Lokasi Tewasnya Enam Anak di Balikpapan

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.