SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Samarinda menetapkan Kecamatan Samarinda Ulu sebagai wilayah dengan tingkat kriminalitas tertinggi berdasarkan hasil Operasi Pekat Mahakam 2026.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan, pemetaan ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas pengamanan di seluruh wilayah kota.

“Samarinda Ulu dengan 9 kasus, lalu Sungai Kunjang sebanyak 7 kasus, dan Samarinda Utara 7 kasus,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mako Polresta Samarinda.
Ia menegaskan, ketiga wilayah tersebut akan menjadi fokus utama peningkatan patroli dan langkah pencegahan.
“Kami sudah mengantongi pola sebaran kejahatan di tiap kecamatan. Wilayah Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, dan Samarinda Utara memerlukan perhatian ekstra,” ujarnya.
Selain itu, beberapa kecamatan lain juga masuk dalam pemetaan, di antaranya Samarinda Seberang, Samarinda Ilir, Sungai Pinang, Samarinda Kota, dan Loa Janan Ilir yang masing-masing mencatatkan 4 kasus. Kecamatan Sambutan mencatat 3 kasus, sementara Palaran menjadi wilayah paling kondusif dengan 2 kasus.
Merespons kondisi tersebut, Polresta Samarinda akan melakukan penebalan personel di titik-titik rawan, dengan pendekatan tidak hanya represif tetapi juga preventif dan preemtif.
“Fokus kami tidak hanya penindakan, tetapi juga pencegahan dini melalui patroli dan pembinaan masyarakat,” tegasnya.
Meski ada wilayah prioritas, Hendri memastikan pengamanan tetap dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan.
Polresta Samarinda berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif agar aktivitas masyarakat, baik ibadah maupun ekonomi selama Ramadan hingga Idulfitri, berjalan aman dan lancar.
“Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang. Polisi akan terus hadir di lapangan untuk menekan potensi kejahatan,” pungkasnya.
Penulis: Dimas
Editor: Agus S




