BONTANG – Permasalahan sampah di destinasi wisata unggulan Kota Bontang, Pulau Beras Basah, kembali mencuat, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran. Lonjakan jumlah pengunjung kerap diikuti dengan meningkatnya volume sampah yang ditinggalkan di kawasan pulau.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Pulau Beras Basah saat ini masih menjadi tanggung jawab masing-masing pengunjung.
Ia menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya dapat membantu penanganan sampah setelah dibawa kembali ke daratan. Hal ini disebabkan keterbatasan sarana, terutama tidak adanya kapal khusus untuk mengangkut sampah dari pulau-pulau kecil.
“DLH mau bantu mengurus jika sudah dibawa ke darat, karena mereka tidak memiliki kapal pengangkut sampah ke pulau-pulau kecil,” ujarnya, Selasa (24/3/2025).
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi dasar diterapkannya program Gerakan sampahku itu tanggung jawabku (GESIT), yang mengedepankan prinsip tanggung jawab individu terhadap sampah yang dihasilkan.
“Salah satu program GESIT itu. Karena wisatawan membawa makanan dan minuman dari darat, maka harus bertanggung jawab membawa kembali sampahnya untuk dikelola dengan baik,” tegasnya.
Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan besar. Eko mengakui bahwa membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan bukan perkara mudah.
“Memang membangun kesadaran masyarakat itu susah sekali, mengubah mindset-nya. Capek, lelah, panas, tapi masih saja banyak yang berdebat ketika diajak menjaga kebersihan,” ungkapnya.
Fenomena ini semakin terlihat saat libur Lebaran, ketika jumlah wisatawan meningkat drastis. Sampah plastik, sisa makanan, hingga botol minuman kerap terlihat berserakan di kawasan pantai, merusak keindahan alam yang menjadi daya tarik utama Pulau Beras Basah.
Pemerintah pun terus mengimbau para wisatawan untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dengan tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata serta membawa kembali sampah ke daratan.
“Kami juga mendatangi rombongan dan memberikan plastik sampah, agar mereka dapat merapikan sampah yang mereka miliki,” tutupnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




