SAMARINDA — Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan di kawasan Perumahan Rapak Binuang III, Blok BH, RT 28, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (8/4/2026) pagi. Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun proses pemadaman sempat terkendala akses yang sulit.
Api pertama kali diketahui warga usai salat subuh. Salah seorang saksi, Sakti, mengaku melihat kobaran api sudah cukup besar saat melintas di depan bangunan tersebut.
“Awalnya saya melihat ada api dari dalam rumah itu pas pulang dari masjid habis sholat subuh. Apinya memang sudah besar. Saya langsung bangunkan tetangga dan telepon damkar,” ujarnya.
Sebelum petugas tiba, warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember. Namun, upaya tersebut tidak mampu mengendalikan kobaran yang terus membesar.
Kendala utama justru dialami petugas pemadam kebakaran saat menuju lokasi. Banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan serta keberadaan portal di tiap blok membuat armada kesulitan masuk.
Narahubung Disdamkar Samarinda, Herry, menjelaskan laporan diterima sekitar pukul 05.30 WITA. Namun, medan menuju lokasi cukup menyulitkan.
“Kondisi di lapangan memang agak susah karena Blok BH ini di ujung perumahan. Banyak portal dan jalan sempit, sehingga unit harus menggelar selang hingga tiga roll dari depan gang,” jelasnya.
Meski menghadapi kendala, petugas bersama relawan berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang dari satu jam 30 menit.
Berdasarkan pemeriksaan awal, bangunan yang terbakar merupakan rumah kosong yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
“Rumah ini sudah lama kosong dan hanya digunakan sebagai gudang. Dugaan sementara dari arus pendek listrik,” tambah Herry.
Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan. Sementara itu, kerugian material masih dalam tahap pendataan. (MK)
Pewarta: Dimas
Editor: Agus S




