BALIKPAPAN — Menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Direktur PTMB Balikpapan, Yudhi Sabaruddin, menyebut pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Sungai Wain serta tiga bendali (bendungan pengendali) sebagai sumber utama cadangan air.
“Pemanfaatan Bendungan Sungai Wain dan bendali akan dimaksimalkan untuk menjaga suplai air selama El Nino,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Langkah ini diambil menyusul potensi penurunan produksi air bersih yang cukup signifikan. Berdasarkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, produksi air di Balikpapan diperkirakan bisa turun hingga 75 persen jika El Nino mencapai puncaknya.
Meski demikian, kondisi di Kalimantan Timur dinilai masih lebih terkendali dibandingkan sejumlah wilayah lain di Indonesia. Jika daerah lain mulai terdampak sejak April, Balikpapan diperkirakan memasuki fase kritis pada Juni 2026.
Selain mengandalkan sumber air yang ada, PTMB juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan izin pemanfaatan Bendungan Sungai Wain yang berada di kawasan hutan lindung.
Di sisi lain, tiga bendali akan dioperasikan secara maksimal guna menjaga stabilitas debit air baku. PTMB juga telah menyiapkan skenario darurat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki jika terjadi gangguan pasokan.
“Dengan asumsi penurunan produksi hingga 75 persen, cadangan air di waduk diperkirakan masih cukup hingga akhir 2026, selama El Nino tidak berlanjut ke awal 2027,” tambahnya.
Fenomena El Nino diprediksi berlangsung dari April hingga Oktober 2026 dan berpotensi menurunkan curah hujan hingga 45 persen di wilayah Kalimantan Timur. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan menjadi faktor penting agar krisis air bersih tidak terjadi di Kota Balikpapan. (MK)
Penulis: Aprianto
Editor: Agus S




