Dominasi Pengedar Terungkap, Bontang Selatan Jadi Wilayah Paling Rawan

BONTANG – Pengungkapan kasus narkotika oleh Polres Bontang selama triwulan pertama 2026, memetakan pola sebaran yang cukup mencolok. Wilayah Bontang Selatan tercatat sebagai daerah dengan jumlah tersangka terbanyak, sekaligus menjadi salah satu titik rawan peredaran.

Wakapolres Bontang, Kompol Ropiyani, mewakili Kapolres AKBP Widho Anriano, mengungkapkan bahwa dari total 24 tersangka yang diamankan, sebanyak 11 orang berasal dari Bontang Selatan.

Tak hanya itu, mayoritas tersangka ternyata bukan sekadar pengguna. Sebanyak 23 orang atau hampir seluruhnya berstatus sebagai pengedar.

“Ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika di Bontang masih didominasi oleh jaringan distribusi, bukan hanya konsumsi,” tegasnya

Selain jumlah tersangka, aparat juga mencatat adanya wilayah dengan permintaan tinggi. Berdasarkan keterangan pelaku, kawasan Tanjung Laut Indah menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pemesanan narkoba yang paling tinggi.

Temuan ini memperkuat indikasi bahwa peredaran narkotika tidak hanya tersebar, tetapi juga memiliki titik-titik konsentrasi yang perlu mendapat perhatian khusus.

Di sisi lain, pengungkapan kasus juga menunjukkan variasi jenis barang bukti, mulai dari sabu, pil double L, hingga tembakau sintetis. Namun, sabu masih menjadi narkotika yang paling dominan beredar di wilayah ini.

Baca Juga:  UPTD PPA Bontang Dampingi Korban Pelecehan di Berbas Tengah

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.