SAMARINDA — Gelombang demonstrasi besar diprediksi akan memadati Kota Samarinda pada Selasa, 21 April 2026. Aliansi mahasiswa dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur menyatakan kesiapan untuk turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap kondisi pemerintahan provinsi.
Jenderal lapangan aksi, Kamarul Azwan, yang juga mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, menyebut jumlah massa diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang dari berbagai kampus di Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga Balikpapan.
“Jumlah massa dari mahasiswa kami estimasikan lebih dari 1.000 orang. Kami sudah berkoordinasi lintas kampus, termasuk dengan teman-teman di Kukar dan Balikpapan,” ujarnya.
Aksi ini akan difokuskan di dua titik utama, yakni Kantor DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kaltim. Namun, mahasiswa menegaskan lebih memprioritaskan tekanan kepada DPRD untuk mendorong langkah konkret.
“Kami tidak perlu bertemu gubernur. Kami akan fokus ke DPRD untuk mendorong komitmen melalui pakta integritas terkait hak angket,” tegasnya.
Desakan utama dalam aksi ini adalah mendorong DPRD Kaltim menggulirkan hak angket guna melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami akan meminta kesepakatan agar hak angket dikeluarkan, sehingga bisa mengaudit seluruh kinerja Pemprov,” jelas Azwan.
Selain itu, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk tidak takut menyuarakan aspirasi. Mereka menilai kondisi Kaltim saat ini membutuhkan kontrol publik yang lebih kuat, terutama terkait ketimpangan antara kontribusi daerah terhadap pusat dengan kondisi di lapangan.
“Silakan bersuara, jangan takut. Kami pastikan aksi ini berjalan aman selama mengikuti komando di lapangan,” pungkasnya. (MK)
Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S




