BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengungkapkan, bahwa minat pihak ketiga untuk mengelola Pulau Beras Basah mulai bertambah. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lima pihak yang menyampaikan ketertarikannya mengelola destinasi wisata unggulan di Kota Taman.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa seluruh pihak tersebut belum dapat dikategorikan sebagai investor. Pasalnya, proses yang berlangsung saat ini masih sebatas penyampaian minat atau penawaran awal.
“Kan baru berminat, dalam artian mengajukan penawaran. Itu pun belum tentu kita setujui. Apalagi kami juga harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, terkait aset dan hal-hal lainnya,” ucap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, Eko Mashudi, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, Eko juga menjelaskan bahwa untuk pengelolaan Pulau Beras Basah tidak bisa diputuskan secara cepat, karena menyangkut berbagai aspek, termasuk status aset dan regulasi yang berlaku.
Sehingga sampai saat ini, Pemkot Bontang masih melakukan sejumlah tahapan penyelesaian administrasi, serta pihaknya masih berupaya untuk mengkoordinasikan di lintas instansi.
“Banyak hal yang memang harus kita selesaikan. Insyaallah dalam waktu tidak sampai tiga bulan ke depan, semua proses ini bisa kita rampungkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemkot memastikan bahwa proses seleksi terhadap pihak yang berminat, akan dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai unsur. Mekanisme penentuan pengelola nantinya, akan melalui tahapan presentasi dari masing-masing peminat.
Sejumlah pihak yang bakal dilibatkan dalam proses evaluasi, di antaranya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), inspektorat bagian hukum, pengelola aset, hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
“Seperti OPD lainnya, pastinya nanti juga bakal terlibat dalam hal ini,” tambahnya.
Maka dari itu, Pemkot Bontang berharap melalui proses yang matang dan melibatkan berbagai pihak, pengelolaan Pulau Beras Basah ke depan dapat berjalan optimal, serta memberikan manfaat bagi peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




