Pelajar Kutim Zevanya–Halomoan Wakili Kaltim ke Tingkat Nasional

SANGATTA – Dua pelajar terbaik asal Kutai Timur (Kutim), Zevanya Yiska Merlyni Wowor dan Halomoan Arka Zora Panjaitan, siap membawa nama Kalimantan Timur (Kaltim) ke panggung nasional. Keduanya terpilih sebagai Putera Puteri Pelajar Kaltim 2026 dan akan berlaga dalam ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Indonesia pada Juni mendatang.

Langkah mereka menuju tingkat nasional bukan tanpa bekal. Sebelum tampil, Zevanya dan Halomoan dijadwalkan menjalani pembinaan lanjutan yang difokuskan pada penguatan komunikasi, wawasan kebangsaan, hingga kemampuan advokasi isu sosial di kalangan pelajar.

Zevanya, siswi SMA Negeri 1 Kaliorang, dikenal sebagai pelajar berprestasi dengan segudang capaian akademik. Ia pernah meraih juara 2 Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Biologi serta medali perak Olimpiade Sejarah. Di luar akademik, ia juga aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum OSIS Nasional 2025.

Kini, Zevanya menggagas gerakan “Zevolution” yang berfokus pada peningkatan kepercayaan diri pelajar. Baginya, ajang nasional ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk membawa perubahan.

“Saya ingin menjadi role model bagi pelajar agar lebih semangat mengembangkan value diri. Pendidikan bukan hanya soal nilai, tapi bagaimana kita menjadi pribadi yang berdaya dan bermanfaat,” ujarnya.

Baca Juga:  Alarm Serapan APBD Kutim: Dari Target 75 Persen, Terserap Tak Sampai Setengah

Sementara itu, Halomoan Arka Zora Panjaitan dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara juga tampil dengan rekam jejak yang tak kalah impresif. Ia pernah meraih juara 3 lomba cipta film pendek tingkat nasional 2024 serta juara 1 kepemimpinan dalam Jumbara 2023.

Halomoan juga merupakan anggota Paskibraka Provinsi Kaltim 2024 dan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang kuat sekaligus kepedulian sosial yang tinggi.

Di ajang nasional nanti, Halomoan membawa misi khusus: menekan angka perundungan (bullying) di lingkungan pelajar.

“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak pelajar saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta inklusif,” katanya.

Ia menilai, isu bullying masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama, baik oleh pelajar, sekolah, maupun masyarakat.

Sebagai wakil Kaltim, Zevanya dan Halomoan berharap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai penting agar mereka dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Dengan kombinasi prestasi, karakter, dan misi sosial yang kuat, keduanya optimistis mampu memberikan yang terbaik sekaligus membawa pesan positif bagi generasi muda Indonesia.

Baca Juga:  Kasus Waru Jadi Alarm, Disdikpora PPU Tegas: Lalai di MBG Bisa Dipidana

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.