BONTANG– Robohnya bangunan penampungan sampah di wilayah RT 30, Kampung Melahing, menjadi perhatian warga setempat.
Berdasarkan keterangan dari Ketua RT dan pengelola Bank Sampah Pesisir Unit Melahing, bangunan tersebut diketahui telah berdiri sekitar tahun 2018 lalu yang berusia kurang lebih 7 sampai 8 tahun.
Struktur bangunan yang didominasi material beton, diduga menjadi salah satu penyebab robohnya rumah penampungan. Selain faktor usia, beban berat dari material, dan tumpukan sampah yang tertampung juga disebut berpotensi mempercepat kerusakan hingga akhirnya bangunan tersebut ambruk.
“Jadi bangunan ini goyang sebelum roboh, pada saat hujan deras disertai angin kencang. Sebagian material seperti kayu dan peralatan penunjang lainnya, masih bisa diselamatkan serta berpotensi dapat digunakan kembali,” ucap Ketua RT.30, Kampung Malahing, Nasir Lakada, Senin (27/4/2026).
Selama ini, keberadaan bank sampah tersebut dinilai cukup efektif dalam mendukung pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Aktivitas pengangkutan sampah rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan, sehingga membantu menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Pasca robohnya bangunan, warga untuk sementara mengelola sampah secara mandiri dari rumah masing-masing. Kondisi ini dinilai kurang optimal, mengingat sebelumnya masyarakat sangat bergantung pada fasilitas penampungan tersebut.
“Sehingga saya disini, mewakili warga setempat menyampaikan harapannya, agar fasilitas penampungan sampah dapat segera dibangun kembali,” tambahnya.
Warga juga menyatakan kesiapan untuk bergotong royong melalui swadaya tenaga, namun mereka membutuhkan dukungan material bangunan, agar proses pembangunan dapat segera terealisasi.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




