BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melepas keberangkatan 360 calon jamaah haji (calhaj) yang tergabung dalam Kloter 2 asal Kalimantan Timur di Masjid Islamic Center Balikpapan, Senin (27/4/2026).
Selain pelepasan, para jamaah juga menerima bantuan uang saku sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah.
Kloter 2 tersebut menjadi bagian dari total 17 kloter jamaah haji asal Kalimantan Timur tahun 2026. Sementara jumlah keseluruhan jamaah asal Balikpapan tercatat sebanyak 675 orang.
Dalam kesempatan itu, masing-masing jamaah menerima bantuan dana sebesar Rp900 ribu, sedangkan petugas haji memperoleh Rp1,35 juta yang disalurkan melalui Bankaltimtara.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, Mukhlis Hasan, mengatakan kloter kedua asal Balikpapan memiliki peran penting dalam rangkaian keberangkatan haji tahun ini.
“Jumlah jemaah kloter dua sebanyak 360 orang, dengan usia termuda 19 tahun dan tertua 88 tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan kesehatan menjadi faktor utama dalam kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Seluruh jamaah nantinya akan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang setibanya di Asrama Haji Batakan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Kesehatan itu kunci. Walaupun sekarang merasa sehat, nanti tetap ada pemeriksaan ulang. Sebaiknya jemaah datang lebih awal agar punya waktu istirahat,” jelasnya.
Mukhlis juga mengingatkan jamaah agar disiplin terhadap aturan barang bawaan demi menghindari hambatan saat proses keberangkatan.
“Hal-hal kecil seperti barang bawaan bisa berdampak besar. Jadi pastikan semuanya sesuai aturan agar tidak mengganggu jadwal keberangkatan,” tambahnya.
Selain itu, jamaah diimbau menjaga sikap selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, menghindari perdebatan, serta memperbanyak ibadah agar memperoleh haji mabrur.
Pada tahun 2026, terdapat penyesuaian sistem penyelenggaraan haji yang berdampak pada distribusi kuota lebih merata.
Kebijakan tersebut turut memangkas masa tunggu jamaah asal Balikpapan dari sekitar 36 tahun menjadi 26 tahun.
Pelepasan jamaah dilakukan oleh Asisten II Setda Kota Balikpapan, Andi Yusri, mewakili Wali Kota Balikpapan.
Menurutnya, pengurangan masa tunggu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus menunggu sangat lama untuk berangkat haji.
“Pengurangan masa tunggu ini memberi harapan baru. Masyarakat yang selama ini menanti dalam waktu sangat panjang kini memiliki peluang lebih cepat untuk menunaikan rukun Islam kelima,” ujarnya.
Ia menambahkan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental dan kebersamaan.
“Para jemaah diharapkan menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik Balikpapan selama berada di Tanah Suci,” tutupnya. (MK)
Penulis: Aprianto
Editor: Agus S




