SANGATTA – Pembangunan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kutai Timur (Kutim) tak kunjung rampung. Kondisi itu langsung mendapat sorotan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang menagih laporan perkembangan terbaru proyek tersebut.
Permintaan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 1 tahun 2026 di Gedung BLKI Mandiri. Di hadapan peserta dan jajaran terkait, Ardiansyah menegaskan pentingnya transparansi progres pembangunan.
Menurutnya, proyek BLKI yang telah direncanakan sejak 2022 seharusnya sudah tuntas pada 2024, atau paling lambat 2025. Namun hingga kini, kondisi di lapangan masih sebatas struktur awal bangunan.
“Saya minta segera dilaporkan. Sampai sekarang saya belum menerima laporan terbaru,” tegasnya.
Ia menduga lambatnya progres tak lepas dari keterbatasan anggaran daerah. Meski begitu, ia meminta hal tersebut tidak menjadi alasan terhambatnya proyek strategis yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ardiansyah menegaskan, pembangunan BLKI harus tetap dilanjutkan dengan konsep yang matang, kapasitas besar, dan fasilitas pelatihan yang representatif. Menurutnya, keberadaan BLKI menjadi sangat penting di tengah dinamika sektor ketenagakerjaan, terutama dampak kebijakan di sektor pertambangan yang berimbas pada berkurangnya peluang kerja.
“BLKI ini sangat strategis. Di sinilah kita mencetak tenaga kerja yang siap mandiri dan punya keterampilan,” ujarnya.
Ia optimistis, jika BLKI dapat beroperasi maksimal, maka peluang kerja dan usaha masyarakat di Kutai Timur akan semakin terbuka.
Di sisi lain, ia tetap mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang selama ini berjalan setiap tahun, meskipun fasilitas belum sepenuhnya rampung. Namun ke depan, ia menekankan agar intensitas dan kualitas pelatihan terus ditingkatkan.
“Ke depan harus lebih maksimal, tidak hanya satu dua kali pelatihan,” tandasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




