SENDAWAR — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Barat menggelar Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) di Ruang Rapat Diklat Lantai III Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Kompleks Perkantoran Pemkab Kubar, Jalan Sendawar Raya II, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (28/4/2026) sore.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dan dihadiri Wakil Bupati Nanang Adriani, Ketua PMI Provinsi Kaltim Syahid Irwan, Sekretaris PMI Provinsi Kaltim Mira Farenola, Kepala Markas PMI Provinsi Kaltim Rusliansyah, jajaran pengurus PMI Kutai Barat, serta unsur TNI-Polri.

Ketua Panitia Muskablub PMI Kutai Barat 2026, Zulkarnain, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan ketua PMI setelah pengurus sebelumnya mengundurkan diri pada 5 Maret 2026.
“Muskablub dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PMI Provinsi Kalimantan Timur Nomor: 002/IV.04.00/KEP/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 tentang pelaksana tugas pengurus PMI Kabupaten Kutai Barat, yang salah satu tugasnya melaksanakan Muskablub paling lambat tiga bulan sejak tanggal penunjukan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menyampaikan bahwa Muskablub merupakan forum penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi PMI, khususnya dalam mengisi kekosongan kepemimpinan periode 2023–2028.
“Muskablub ini adalah forum tertinggi organisasi untuk menjawab kebutuhan mendesak, khususnya dalam mengisi kekosongan kepemimpinan. Saya mengapresiasi seluruh panitia dan pengurus yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam menjalankan misi kemanusiaan, terutama pada penanggulangan bencana dan pelayanan donor darah bagi masyarakat.
Frederick Edwin mendorong agar kepengurusan PMI yang baru nantinya dapat bekerja lebih aktif, responsif, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kutai Barat.
“PMI harus semakin hadir di tengah masyarakat. Saya berharap kepengurusan yang terbentuk dapat solid, demokratis, dan mampu melanjutkan pengabdian dengan lebih optimal,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Kutai Barat juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program-program PMI, termasuk rencana pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan di 16 wilayah se-Kutai Barat.
“PMI Kabupaten Kutai Barat diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang kuat dan berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam hasil Muskablub tersebut, Nanang Adriani yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kutai Barat resmi terpilih sebagai Ketua PMI Kabupaten Kutai Barat periode 2023–2028.
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S




