Pelaksanaan SPPG di SD Kreatif Bontang: Tepat Waktu, Kualitas Terus Ditingkatkan

BONTANG – Pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SD Kreatif Bontang berjalan dengan koordinasi yang cukup baik, antara pihak sekolah dan penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk dapur penyedia MBG di Sekolah Kreatif, diketahui berlokasi di Jalan Flores, Kecamatan Bontang Barat. Sementara pihak SPPG secara rutin datang ke sekolah, untuk berkoordinasi terkait kondisi siswa.

Ika Bonita M, Kepala Sekolah Kreatif Muhammadiyah 2 mengatakan bahwa komunikasi awal dilakukan dengan membahas berbagai aspek penting, seperti kondisi kesehatan siswa, termasuk alergi makanan dan kebutuhan khusus lainnya.

“Jadi untuk informasi yang kami sampaikan ke petugas SPPG, kemudian disampaikan kembali oleh pihak MBG dan timnya, sebagai bahan evaluasi dan penyesuaian ke menu makanan para siswa,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (24/4/2026).

Dari sisi pendistribusian, makanan umumnya tiba tepat waktu sesuai kesepakatan. Namun, sempat terjadi keterlambatan dalam beberapa waktu lalu, dimana makanan baru tiba sekitar pukul 13.00 Wita, dari jadwal awal pukul 12.00 Wita.

Kondisi tersebut membuat siswa harus menunggu dalam keadaan lapar, terlebih bagi yang tidak membawa bekal. Meski demikian, keterlambatan tersebut hanya terjadi sekali saja, dan selebihnya distribusi kembali berjalan normal.

Baca Juga:  Stok Kurang, Baru 452 Nakes Jalani Vaksin Booster Kedua

Terkait dengan kualitas makanan, pihak sekolah mengakui bahwa awal pelaksanaan program, sempat muncul sejumlah keluhan dari siswa maupun guru. Beberapa di antaranya terkait kondisi sayur yang kurang segar, atau basi serta menu lauk yang dinilai monoton.

“Awal MBG datang ke sekolah, pihak guru duluan yang mencicipi, setelah itu baru siswa-siswinya yang makan. Seperti memastikan makanan tersebut,” tambahnya.

Karena sempat ada keluhan yang masuk, pihak MBG segera melakukan perbaikan. Evaluasi yang disampaikan dari pihak sekolah langsung ditindaklanjuti, sehingga pada hari-hari berikutnya kualitas makanan menunjukkan peningkatan.

“Kalau untuk nasinya yang disajikan pulen dan layak konsumsi, sementara untuk lauknya sendiri relatif sesuai selera masing-masing siswa,” paparnya.

Meski demikian, tantangan masih terdapat pada variasi menu. Siswa cenderung lebih menyukai makanan yang familiar, seperti ayam tepung. Sebaliknya, menu yang dianggap kurang umum atau bercita rasa asing, seperti spageti, kurang diminati sehingga berdampak pada penurunan nafsu makan.

Adapun komunikasi antara sekolah dan pihak SPPG terbilang intens dan responsif. Setiap keluhan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak yang bersangkutan. Termasuk dalam penyesuaian menu, bagi siswa yang menjalankan puasa Senin-Kamis.

Baca Juga:  Wali Kota Komit Dukung Penguatan Pendidikan dan Dakwah Muhammadiyah Bontang

“Kemarin sempat dapat menunya yang makanan kering, terbilang praktis untuk siswa yang berpuasa. Tetapi semenjak itu dilarang, menunya berlanjut ke makanan basah,” ungkapnya.

Secara umum, pihak sekolah menilai program ini sangat membantu, khususnya bagi siswa yang tidak membawa bekal atau berasal dari keluarga kurang mampu.

Harapannya ke depan, variasi menu dapat lebih disesuaikan dengan selera anak-anak, agar manfaat program bisa dirasakan secara maksimal.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.