Guru di Sepaku Dilatih Maksimalkan Papan Interaktif Digital

NUSANTARA — Perkembangan teknologi digital dinilai telah mengubah pola belajar anak-anak di sekolah. Metode pembelajaran konvensional yang monoton kini dianggap tidak lagi efektif bagi generasi yang lebih menyukai pendekatan visual, interaktif, dan berbasis teknologi.

Kondisi tersebut membuat guru dituntut lebih kreatif dan adaptif dalam memanfaatkan perangkat pembelajaran digital, termasuk papan interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP).

Menyadari pentingnya hal itu, puluhan guru di Penajam Paser Utara (PPU), khususnya wilayah Sepaku yang menjadi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), mendapat pelatihan peningkatan kapasitas digital melalui kegiatan bertajuk “Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital Melalui Optimalisasi Papan Interaktif Digital” di Swissotel Nusantara, Selasa (5/5/2026).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut menilai tantangan utama digitalisasi pendidikan saat ini bukan lagi soal perangkat, melainkan kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru.

“Ini soal adaptasi. Guru harus memahami fitur teknologi dan bagaimana menggunakannya agar pembelajaran tetap menarik. Hardware-nya sudah ada, tapi humanware-nya ini yang kadang belum sepenuhnya siap. Maka ini harus kita siapkan. Harus dilatih dan ditingkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Aklamasi di IKN, Yulianus Henock Sumual Resmi Nahkodai PDKT Lima Tahun ke Depan

Menurut Hetifah, karakter murid saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Anak-anak lebih cepat bosan dengan metode pembelajaran satu arah dan lebih tertarik pada sistem belajar yang interaktif.

“Nggak bisa lagi pola ajar yang monoton. Mereka mudah bosan. Harus ada pendekatan yang lebih visual, interaktif, dan kolaboratif. Nah, makanya guru-guru sekarang harus lebih kreatif dan adaptif dengan digitalisasi,” katanya.

Papan interaktif digital atau IFP sendiri merupakan layar sentuh berukuran besar yang berfungsi layaknya papan tulis modern berbasis komputer. Perangkat tersebut memungkinkan guru menampilkan multimedia, melakukan anotasi, screen mirroring, hingga interaksi langsung dengan siswa melalui sistem digital.

Salah satu sekolah di kawasan delineasi IKN yang telah menerapkan teknologi tersebut adalah SDN 020 Sepaku. Salah seorang guru, Sarinah, mengaku perangkat itu digunakan hampir setiap hari dalam proses belajar mengajar.

“Insya Allah tiap hari saya pakai,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para guru dari berbagai jenjang pendidikan mendapat pemahaman mengenai pemanfaatan IFP secara maksimal dalam pembelajaran sehari-hari.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Tumpah Sepaku Protes Lokasi Relokasi

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual (ASPRODI DKV).

Roadshow peningkatan kapasitas digital guru ini juga digelar di Balikpapan dan Samarinda sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan berharap transformasi pembelajaran digital di wilayah penyangga IKN dapat berjalan lebih optimal dan mampu menciptakan sistem pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.