SAMARINDA – Sebuah insiden berdarah terjadi di kawasan galangan kapal Jalan Rambutan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, Minggu dini hari.
Seorang pria yang belum diketahui identitasnya dilaporkan tewas akibat luka parah setelah diduga terlibat perkelahian di area perusahaan tersebut.
Menurut keterangan Arifin, warga yang membantu proses evakuasi, peristiwa ini mulai terungkap sekitar pukul 03.00 WITA.
Ia mengaku dihubungi pihak perusahaan galangan kapal untuk meminta bantuan transportasi air guna mengangkut seseorang yang disebut sedang dalam kondisi sakit.
“Awalnya saya ditelepon pihak perusahaan, minta tolong antarkan orang sakit. Saya langsung jemput dari rumah pakai perahu. Ternyata sampai di sana, korban kondisinya luka berat,” ujar Arifin saat memberikan keterangan.
Arifin menjelaskan, saat pertama kali dinaikkan ke atas perahu oleh empat karyawan perusahaan, korban masih dalam keadaan hidup namun sudah tidak mampu berbicara.
Korban mengalami luka robek cukup besar dan dalam di bagian tangan sebelah kanan.
Nahas, saat perahu menyusuri jalur perairan menuju Kampung Balik Buaya RT 46, nyawa korban tidak tertolong. Kondisi medan berupa rawa sempit diduga menghambat proses evakuasi.
“Di perjalanan korban meninggal dunia, kemungkinan karena kehabisan darah. Tangannya luka besar sekali. Pas sampai di Kampung Balik Buaya, korban sudah tidak ada,” jelasnya.
Terkait penyebab pasti luka yang diderita korban, Arifin mengaku tidak mengetahui secara detail.
Namun, informasi yang diterimanya di lokasi menyebut korban diduga terlibat perkelahian setelah tertangkap tangan melakukan aksi pencurian di area galangan kapal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun perwakilan perusahaan terkait kronologi lengkap dan status hukum kejadian tersebut.
Jasad korban kini telah berada di daratan untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwajib. (MK)
Penulis: Dimas
Editor: Agus S




