SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyoroti potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran yang dinilai masih dapat terus dioptimalkan melalui penguatan pengawasan dan pembinaan di lapangan.
Wakil Ketua III DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan sektor parkir memiliki kontribusi penting terhadap penerimaan daerah sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, langkah modernisasi sistem parkir yang mulai dikembangkan pemerintah daerah perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
“Modernisasi sistem parkir harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat pengelolaan retribusi agar lebih tertib dan akuntabel,” ujarnya.
Celni menilai masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan parkir di Kota Samarinda, mulai dari minimnya pemahaman teknologi hingga belum meratanya standar pelayanan petugas di lapangan.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi efektivitas pengumpulan retribusi sekaligus kenyamanan masyarakat pengguna jasa parkir.
Karena itu, DPRD mendorong Dinas Perhubungan bersama instansi terkait menyusun program pembinaan secara berkala bagi pengelola maupun petugas parkir.
Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup peningkatan pelayanan publik, etika kerja, dan pemahaman terhadap aturan yang berlaku.
Selain meningkatkan kualitas layanan, Celni menilai pengelolaan parkir yang baik juga dapat membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat lokal.
“Dengan pengelolaan yang baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah melalui peningkatan PAD, tetapi juga masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja dan pelayanan yang lebih nyaman,” katanya.
DPRD Samarinda juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap praktik parkir yang tidak sesuai ketentuan agar seluruh potensi pendapatan daerah dapat terserap secara optimal.
Ke depan, pengembangan sektor perparkiran diharapkan tidak hanya berorientasi pada target penerimaan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi perkotaan yang modern, transparan, dan berkelanjutan.
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S




