BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa dampaknya di Kota Bontang. Hingga 2026, sudah ada 16 dapur layanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi dan menyalurkan makanan ke siswa sekolah.
Bagi banyak orang tua, program ini cukup membantu. Selain memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang layak, MBG juga sedikit meringankan pengeluaran harian.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut program ini memang ditujukan untuk mendukung kebutuhan dasar anak, khususnya saat berada di sekolah.
“Pemerintah kota turut berperan dalam memastikan pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran, terutama siswa,” ujarnya saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025.
Di lapangan, makanan dibagikan secara terjadwal melalui dapur-dapur yang sudah ditunjuk. Menu yang disiapkan pun diupayakan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, hingga sayur.
Program ini juga dinilai berdampak langsung pada aktivitas belajar siswa. Anak-anak yang sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan, kini bisa lebih fokus karena sudah mendapatkan asupan makanan.
Tidak hanya itu, keberadaan dapur MBG juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Penyediaan bahan makanan dalam beberapa kasus melibatkan pemasok dari daerah sekitar, seperti pedagang sayur, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Meski begitu, pelaksanaan di lapangan tetap menjadi perhatian. Pemerintah kota disebut terus melakukan pemantauan, terutama terkait kualitas makanan, kebersihan, serta ketepatan distribusi.
“Program ini akan terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




