BONTANG – Suasana Halaman Gedung Pasraman Widya Buana di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru, tampak semarak pada Jumat malam (17/10/2025). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka kegiatan Creative Night Market “Cut Nyak Dien Performing Arts Festival” yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bersama Gerakan Pemuda Ekonomi Kreatif (Geprek).
Festival yang berlangsung dua hari, 17–18 Oktober 2025, menampilkan berbagai seni pertunjukan dari paguyuban dan komunitas kreatif di Kota Bontang. Acara pembukaan dihadiri Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Shemmy Permata Sari, Ketua TP PKK/Dekranasda Kota Bontang Nur Kalbi Agus Haris, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Rapida, Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Doddy Rosdian, serta para pelaku UMKM dan seniman lokal.
Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota karena agenda lain yang bersamaan, sembari membawa salam dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bontang untuk para pelaku kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, kami menyampaikan apresiasi kepada panitia, DPRD, serta komunitas Geprek yang berkolaborasi dengan berbagai paguyuban seni dan UMKM. Kegiatan seperti ini menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi antara seni pertunjukan, budaya, dan ekonomi kreatif,” ujar Agus Haris.
Ia menegaskan, Creative Night Market merupakan contoh nyata bagaimana kegiatan kreatif mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah. “Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan seperti ini sebagai bagian dari pembangunan non-fisik. Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, pengusaha, dan masyarakat untuk membangun Bontang yang kreatif dan berdaya saing,” tambahnya.

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi kepada komunitas Geprek atas inisiatif dan semangat anak muda yang berhasil menghidupkan kembali geliat ekonomi kreatif di Bontang.
“Kami mengapresiasi langkah anak muda melalui Geprek yang berhasil menghidupkan semangat ekonomi kreatif. DPRD berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini agar bisa menjadi agenda rutin, bahkan kalau bisa dua kali sebulan, bukan hanya tiga hari,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran UMKM dan ekonomi kreatif di tengah tantangan ekonomi global. “Ekonomi kreatif dan UMKM adalah tulang punggung daya tahan ekonomi kita. Mari kita terus berinovasi dan menjaga semangat kebersamaan lintas suku dan budaya,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Andi Faiz menyampaikan pesan moral agar kegiatan ekonomi kreatif juga disertai gerakan budaya kebersihan di Kota Bontang. “Kami ingin meninggalkan warisan positif berupa karakter masyarakat yang kreatif, bersih, dan berbudaya. DPRD mendukung penuh keberlanjutan kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang, Doddy Rosdian, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bontang dengan melibatkan 30 paguyuban dan 69 pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner, kriya, dan seni budaya.
“Ini bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk menggerakkan perekonomian lokal,” jelas Doddy. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Bali dan Pokdarwis Kelurahan Bontang Baru atas dukungan lokasi kegiatan, serta kepada Komunitas Geprek atas dedikasi dan semangatnya dalam mendorong gerakan kreatif di kota ini.
Seremoni pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, dilanjutkan dengan peninjauan stand UMKM dan seni yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S




