SAMARINDA – Tak banyak yang menyangka bahwa hanya sekitar satu jam dari pusat Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Sempaja Utara, terdapat sebuah air terjun dengan aliran deras dan suasana alam yang masih alami: Air Terjun Berambai. Destinasi ini menjadi pilihan pelarian singkat dari hiruk pikuk perkotaan.
Akses menuju lokasi tidak terlalu sulit, meski di beberapa titik jalan mulai berganti dari semen ke tanah dan bebatuan. Namun setibanya di lokasi, suara air jatuh yang riuh dan udara sejuk langsung membayar seluruh perjalanan.
Bagi pencinta camping, Air Terjun Berambai menjadi opsi yang menarik. Dengan biaya sekitar Rp35 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati air terjun sekaligus bermalam di area hutan yang tenang.
“Suaranya memang berisik, tapi tidak mengusik,” ujar Dino Surya Timur, salah satu pengunjung yang ditemui pada Sabtu (15/11/2025). Ia menikmati sore itu sambil mandi di bawah jatuhan air yang segar.
Satu hal yang menjadi catatan bagi pengunjung adalah minimnya jaringan seluler. Hampir semua area tidak memiliki sinyal, kecuali di kantin yang menyediakan akses internet berbasis Starlink. Menurut Dino, situasi tersebut justru menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin benar-benar rehat dari kesibukan kota.
“Biasanya kalau camping di pantai itu jaraknya jauh, harus keluar kota. Sesekali camping di hutan seperti ini, meskipun hanya pinggiran hutan, tapi suasana alamnya benar-benar terasa,” tuturnya.
Akses menuju lokasi bisa ditempuh menggunakan motor maupun mobil. Meski begitu, disarankan membeli makanan dan minuman dari luar karena pilihan di kantin cukup terbatas.
Air Terjun Berambai menawarkan pengalaman alam yang sederhana namun menyegarkan. Ketenangan hutan, suara air yang jatuh tanpa henti, serta udara yang jauh dari polusi membuatnya menjadi tempat yang tepat untuk melepas penat.
“Rasanya tenang meskipun tidak ada jaringan. Bahkan lebih baik begini, karena kalau di kota suara motor tidak berhenti dan pikiran hanya soal kerjaan terus,” tutup Dino. (rul)
Editor: Agus S




