PASER — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, berharap pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tidak menjadi penghambat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser.
Menurut Faisal, kondisi anggaran yang diperkirakan lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya harus disikapi sebagai tantangan, bukan hambatan, baik dalam penyelenggaraan maupun pencapaian prestasi olahraga daerah.
“Mudah-mudahan ini tidak menjadi hambatan, tetapi justru menjadi tantangan bagi kita untuk tetap berprestasi dan tetap menyelenggarakan Porprov dengan baik, meskipun dalam kondisi yang kurang nyaman,” ujar Faisal usai peluncuran logo dan maskot Porprov Kaltim 2026, Kamis (11/12/2025).
Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah kabupaten/kota di Kaltim dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas pihak, sekaligus meningkatkan selektivitas dalam menentukan atlet yang akan mewakili daerah.
“Mudah-mudahan ini juga menjadi ajang untuk lebih selektif. Atlet yang benar-benar berprestasilah yang kita angkat dan menjadi pilihan,” katanya.
Faisal juga mengingatkan peran media agar tetap aktif dan konsisten mengawal serta memberitakan Porprov Kaltim 2026, meskipun situasi anggaran tidak ideal. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen, termasuk media, menjadi kunci utama di tengah keterbatasan.
“Teman-teman media juga jangan kendor. Jangan karena anggaran sedikit lalu pemberitaannya ikut kendor. Semua harus berpartisipasi dan berkolaborasi. Situasinya sudah berbeda, jangan disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Terkait dukungan anggaran, Faisal memastikan Pemerintah Provinsi Kaltim tetap akan berpartisipasi dalam pembiayaan Porprov 2026, meskipun besaran bantuan belum dapat dipastikan.
“Untuk penyelenggaraan event seperti ini, provinsi pasti ada partisipasinya. Kita upayakan semaksimal mungkin, tetapi soal nominal itu menjadi ranah kebijakan pimpinan,” jelasnya.
Menanggapi isu penundaan pelaksanaan Porprov di Paser, Faisal tidak banyak berkomentar. Ia membenarkan adanya wacana pergeseran jadwal ke akhir tahun 2026, bahkan tidak menutup kemungkinan mundur hingga awal 2027. Namun, opsi tersebut dinilainya berpotensi merugikan Kalimantan Timur dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Segala upaya akan kita maksimalkan. Persoalan ini akan kita dorong menjadi isu tingkat tinggi agar bisa dibahas dengan baik, termasuk pada anggaran perubahan. Karena sebisa mungkin Porprov ini harus tetap berjalan,” pungkasnya. (nash)
Editor: Agus S




