SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperkuat kesiapsiagaan bencana hingga tingkat kelurahan dan desa dengan menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan bencana kepada Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana). Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor BPBD Kota Samarinda, Selasa (16/12/2025) pukul 11.00 Wita, dan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat menjelang akhir tahun. Pemerintah Kota Samarinda sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri mengapresiasi peran BPBD yang menyalurkan peralatan langsung ke tingkat kelurahan. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan dan perawatan peralatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah BPBD sudah menyampaikan beberapa peralatan kepada Katana, Kelurahan Tangguh Bencana. Semoga peralatan ini dipakai dan dirawat dengan baik. Karena kalau barang sudah dirawat, insyaallah lifetime-nya itu panjang,” ujar Saefuddin Zuhri.
Menurutnya, distribusi peralatan ke kelurahan merupakan langkah strategis untuk mempercepat respons penanganan bencana, terutama di wilayah pinggiran kota yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama dari pos utama.
Saefuddin juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan BMKG, khususnya pada rentang akhir Desember.
“Dari BMKG, antara tanggal 21 Desember sampai dengan tanggal 31 Desember, itu punya potensi curah hujan 75 sampai 100 milimeter per hari,” tambahnya.
Sejumlah wilayah yang menerima bantuan peralatan, khususnya untuk pemadaman, di antaranya Katana Sindangsari, Bantuas, Loa Buah, Gunung Lingai, dan Pulau Atas. Total nilai bantuan peralatan yang disalurkan diperkirakan mencapai Rp220 juta. Bantuan ini diberikan setelah para relawan sebelumnya dibekali pelatihan dan keterampilan dasar penanganan kebencanaan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi menjelang akhir 2025 dan awal 2026.
“Khusus di BPBD Samarinda, kita mendirikan posko siaga dengan menyiapkan beberapa peralatan dan personel,” kata Suwarso.
BPBD Samarinda juga terlibat dalam pos-pos terpadu dan pos pelayanan untuk mendukung pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Fokus kesiapsiagaan diarahkan pada titik-titik rawan genangan air dan longsor.
Untuk menghadapi banjir, BPBD telah menyiapkan perahu dan skoci. Sementara untuk potensi longsor, tiga unit ekskavator disiagakan, dengan dukungan tambahan dari Dinas PUPR jika diperlukan, termasuk dump truck dan logistik.
Suwarso turut mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, agar meningkatkan kewaspadaan.
“Kewaspadaannya pada warga kita yang berdomisili di daerah yang genangan airnya sangat tinggi, supaya tetap bersiaga untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman,” imbaunya.
Imbauan serupa juga disampaikan kepada warga yang tinggal di kawasan rawan longsor agar segera mengungsi ke tempat aman jika hujan deras berkepanjangan terjadi, demi keselamatan jiwa dan harta benda. (Dim)
Editor: Agus S




