BONTANG – Di tengah kondisi merosotnya fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang turut mengalami penurunan yang signifikan sekitar Rp 1 triliun.
Walaupun mengalami penurunan, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya dan tetap komitmen menjalankan 122 program yang telah tertuang dalam dokumen RPJMD, dimana kesejahteraan masyarakat ialah yang paling utama.
Seperti program unggulan pemberian bantuan bulanan bagi warga rentan, dimulai Januari 2026 ada sebanyak 1.380 penerima manfaat, yang terdiri dari janda dan duda kurang mampu, fakir miskin, serta anak yatim piatu bakal menerima bantuan Rp 300 ribu per bulannya. Adapun sekitar 900 penyandang disabilitas, juga turut mendapatkan bantuan.
“Kemungkinan baru Bontang yang konsisten dalam program santunan bantuan per bulannya, dimana target kita adalah menurunkan angka kemiskinan. Sekarang angka kemiskinan sudah turun, dari 4 persen kini 2,5 persen,” ucapnya, Senin (26/1/2025).
Selain menurunkan angka kemiskinan, Neni juga menyampaikan bahwa tingkat ketimpangan ekonomi di Bontang masih tergolong rendah. Rasio gini Bontang tercatat di angka 0,303, jauh di bawah rata-rata nasional, menandakan distribusi ekonomi yang relatif lebih merata.
Pemkot Bontang juga telah berhasil menurunkan angka stunting dari 20 persen, menjadi 15,6 persen.
“Mari kita bersinergi bersama dalam mewujudkan visi pembangunan, sebab kita tidak bisa bekerja sendiri. Semuanya tuntas karena kerja kota bersama,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




