Banjir Bontang: Proyek Tanggul Belum Rampung, Warga Jadi Korban Lagi

BONTANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang yang terjadi pada pekan lalu, membuat sejumlah kawasan kembali terendam banjir. Perumahan Bontang Permai menjadi titik terparah. Air setinggi paha orang dewasa memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi lebih aman.

BPBD Bontang mencatat sekitar 900 jiwa terdampak banjir di kawasan itu. Anak-anak, lansia, hingga warga yang sakit dievakuasi ke masjid yang dijadikan tempat pengungsian sementara. “Kami khawatir kalau hujan di hulu terus turun, air bisa makin tinggi. Karena itu evakuasi dilakukan lebih cepat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi.

Warga mengaku banjir datang tiba-tiba. “Semalam jam 9 hujan deras, air langsung naik. Paling dalam di titik dekat tanggul. Tanggul yang diperbaiki itu jebol lagi,” ujar Supri, warga RT 07 Api-Api. Barang-barang di rumah banyak yang tidak sempat diselamatkan karena air meninggi dengan cepat.

Banjir di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kota Bontang. (Dwi/Radarbontang).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turun langsung ke lokasi. Ia menilai banjir terjadi karena proyek turap di kawasan itu belum rampung. “Progresnya baru sekitar 70 persen. Jadi genangan air belum bisa teratasi dengan baik. Kami minta warga bersabar,” ucapnya. Neni juga meminta camat segera berkoordinasi dengan Baznas untuk menyalurkan bantuan makanan bagi korban banjir.

Baca Juga:  Anggaran Wolbachia Nasional Rp 10 Miliar, Dirjen P2P Akan Tambah Kota dengan Insiden Rate Tinggi

Selain Bontang Permai, enam kelurahan lain juga terdampak. Di Api-Api, sebanyak 29 RT terendam, melibatkan lebih dari 3 ribu jiwa. Genangan juga terjadi di Guntung, Satimpo, Telihan, Gunung Elai, dan Kanaan. Di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, banjir membuat warga menutup sebagian akses jalan karena banyak kendaraan yang mogok. Jalan Imam Bonjol pun lumpuh, sementara di Brokoli Raya air meluber hingga depan sekolah dasar. Bahkan longsor terjadi di jalan tembusan Perumahan Bukit Sintuk menuju RT 41 Belimbing.

Di sisi lain, hujan deras Kamis sore (25/9) juga membuat sebuah pohon tumbang di Jalan Arif Rahman Hakim, Kilometer 3, tepat di depan SPBU Kilo 3 yang berhadapan dengan SMAN 3. Pohon besar itu menutup jalan hingga menyebabkan kemacetan. Beruntung tidak ada korban, meski kabel listrik di jalur itu ikut tertimpa.

Banjir yang terus berulang di Bontang memperlihatkan dua hal: lambannya pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan kurangnya kesadaran warga menjaga lingkungan. Hujan deras hanya menjadi pemicu, sementara persoalan utamanya ada pada sistem yang tak kunjung tuntas. Seperti biasa, warga kecil kembali jadi pihak paling menderita setiap kali air meluap.

Baca Juga:  Masyarakat Diimbau Tidak Beli dan Edarkan Produk Ilegal

Reporter: Dwi/Syahkura
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.