BONTANG — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) RKPD Tahun 2027, sebagai forum strategis untuk memastikan setiap rencana pembangunan disusun secara terarah, terukur, dan tepat sasaran. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bapperida Kota Bontang, Syahruddin.
Pra Musrenbang menjadi tahapan krusial dalam siklus perencanaan pembangunan daerah, yang berfungsi sebagai ruang awal untuk mengoordinasikan, mengonsolidasikan, serta menyelaraskan usulan program dan kegiatan dari seluruh perangkat daerah.
Dalam forum ini, setiap usulan tidak hanya dikompilasi, tetapi juga ditelaah secara mendalam melalui proses verifikasi, sinkronisasi, dan penajaman prioritas agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional, provinsi, serta visi dan misi pembangunan Kota Bontang.
Dalam arahannya, Syahruddin menegaskan bahwa kualitas perencanaan sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penyusunan program yang berbasis data, memiliki indikator kinerja yang jelas, serta mampu menjawab isu-isu strategis dan kebutuhan nyata masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi lintas sektor, guna menghindari tumpang tindih program dan memastikan efisiensi penggunaan anggaran.
Lebih lanjut, Pra Musrenbang juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi prioritas pembangunan yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat.
“Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan capaian pembangunan tahun sebelumnya, proyeksi kondisi ke depan, serta berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi daerah,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan rumusan awal RKPD Tahun 2027 yang dihasilkan, dapat menjadi fondasi yang kuat dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD selanjutnya.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaboratif, Pemerintah Kota Bontang optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (Rls)
Editor: Yusva Alam




