NUSANTARA – Rencana penerapan transportasi cerdas berupa sky taxi atau taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menilai teknologi tersebut masih belum menjadi prioritas saat ini dan kemungkinan baru bisa diterapkan sekitar tahun 2045.
“Menurut saya yang terpenting ultimate goal-nya. Jadi kita harus membedakan antara yang penting dan yang urgen. Itu penting, tapi belum urgen sekarang, menurut saya. Jadi yang penting sekarang dan urgen adalah transportation dari office dan hunian, serta smart city-nya,” ujar Basuki saat ditemui di kantornya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membangun sistem transportasi darat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang menghubungkan area perkantoran, hunian aparatur sipil negara (ASN), dan fasilitas smart city.
Soal rencana sky taxi, Basuki menyebutnya masih dalam tahap wacana jangka panjang. “Mobil aja belum ada, mau naik taksi terbang. Jadi belum urgen sekarang, menurut saya. Dan itu teknologinya pasti nanti masih berkembang terus. Nanti teknologinya pasti lebih baik daripada temuan teknologi yang sekarang,” jelasnya.
Meski begitu, Basuki tidak menutup kemungkinan adanya uji coba di masa depan. “Kalau mau dimulai untuk percobaan, saya pikir tidak masalah. Tapi jangan di sini dulu (IKN). Nanti dulu, yang urgen dulu. Itu mungkin tahun 2040 atau 2045 baru boleh,” tegasnya.
Basuki juga memberi sinyal bahwa pada 2026 seluruh kendaraan operasional Otorita IKN akan mulai beralih ke kendaraan listrik (electric vehicle). “Kami mulai dari OIKN. Tahun depan, kami di IKN sudah harus pakai EV, kecuali untuk kendaraan jasa konstruksi. Kalau untuk pembangunan belum bisa,” katanya.
Sebagai informasi, ide pengembangan sky taxi di IKN pertama kali muncul di era Kepala OIKN Bambang Susantono. Taksi terbang yang disebut Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV) merupakan hasil pengembangan Korea Aerospace Research Institute (KARI) dan Hyundai Motors Company (HMC).
Uji terbangnya telah dilakukan di Bandara APT Pranoto Samarinda pada 29 Juli 2023. Dalam uji coba tersebut, taksi terbang berkapasitas lima orang itu berhasil mengudara hingga ketinggian 50 meter selama sekitar 10 menit. Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN saat itu, Mohammed Ali Berawi, turut menyaksikan langsung keberhasilan tersebut. (MK)
Editor: Agus S




