Benturan Subuh di Sungai Mahakam, Pelindo–SPJM Tarik Tongkang dari Jembatan Mahulu

SAMARINDA – Insiden tabrakan tongkang bermuatan batu bara ke Jembatan Mahulu pada Selasa subuh memicu respons darurat dari operator pelayaran. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda bersama Pelindo Jasa Maritim (SPJM) langsung melakukan evakuasi untuk mengamankan struktur jembatan, keselamatan pelayaran, dan kelancaran arus di Sungai Mahakam.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WITA di alur sungai, ketika tongkang menghantam kaki penyangga Jembatan Mahulu. Begitu menerima laporan, Pelindo Regional 4 Samarinda berkoordinasi dengan SPJM serta instansi terkait untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan terkontrol.

Sebagai langkah tanggap darurat, SPJM mengerahkan dua kapal tunda—TB Herlin II dan TB HNJ 09—untuk menarik dan mengamankan tongkang ke lokasi labuh yang aman. Upaya ini ditujukan mencegah risiko lanjutan terhadap jembatan dan aktivitas transportasi air di sekitar lokasi kejadian.

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menegaskan prioritas utama adalah keselamatan. “Sejak awal kejadian kami langsung berkoordinasi dan menurunkan dukungan operasional yang dibutuhkan. Keselamatan jembatan, pengguna sungai, dan masyarakat menjadi fokus, dengan seluruh proses sesuai standar keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerebek Loa Hui Tengah Malam, 122 Wanita Terjaring dan Semua Ber-KTP Luar Daerah

Pelindo Regional 4 Samarinda juga menyatakan terus berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk mendukung proses investigasi dan memastikan kondisi alur pelayaran tetap terkendali pascakejadian.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan pengerahan kapal tunda merupakan bagian dari kesiapsiagaan layanan maritim. “Begitu menerima informasi, kami segera mengerahkan TB Herlin II dan TB HNJ 09 untuk menarik serta mengamankan tongkang, sehingga potensi risiko lanjutan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Menurutnya, koordinasi lintas pihak menjadi kunci agar penanganan insiden efektif, dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan kelancaran pelayaran.

Pelindo Regional 4 Samarinda dan SPJM menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut serta menegaskan komitmen memperkuat mitigasi risiko ke depan. Sebagai BUMN kepelabuhanan dan layanan maritim nasional, Pelindo menyatakan akan terus hadir dalam situasi darurat untuk memastikan operasional kepelabuhanan dan pelayaran berlangsung aman, andal, dan berkelanjutan. (hnf)

Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.