BONTANG – Proyek pembangunan batching plant yang berada di RT.14, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan ditolak keras oleh warga sekitar, sebab selain menimbulkan suara yang berisik berdampak pula dengan debu yang beterbangan.
Salah satu warga yang rumahnya tepat di depan proyek pembangunan batching plant menyampaikan keluhannya, dimana kegiatan proyek berjalan hanya di siang hari. Alat batching plant berdiri kokoh terhitung baru beberapa hari.
“Ini proses pembangunan alatnya mereka kerjakan siang, selain suara mesinnya yang berisik debunya juga sangat mengganggu. Maaf ya sebelumnya, saya tidak berani bicara banyak,” ucap salah satu warga itu yang tak ingin disebutkan namanya, Sabtu (31/1/2026).
Sebelum berdirinya alat tersebut, warga sekitar mengira truk yang sering keluar masuk lantaran hanya membawa koral saja. Sebab pihaknya berawalan hanya memperbaiki akses jalannya terlebih dahulu.
Akan tetapi lama-kelamaan ada kegiatan pembangunan alat besar. Sehingga membuat sekitar lokasi mengalami getaran yang cukup kencang, hingga mengganggu aktivitas warga sekitar.
“Pertamanya mereka hanya menimbun jalannya saja, karena jalannya kan jelek, tapi lama-lama banyak truk yang keluar masuk angkut besi-besi besar. Tidak lama kemudian, langsung berdiri alatnya disitu. Waktu mereka ngerjain juga di waktu kita buat istirahat, sangat ribut kita terganggu,” tambahnya.
Maka aktivitas proyek pembangunan batching plant tersebut dengan keras ditolak oleh warga sekitar, selain mengganggu kenyamanan dampak lingkungan yang disebabkan pun sangat berdampak.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




