Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porprov Paser 2026, KONI Bontang Tancap Gas Sejak Dini

BONTANG – Target melampaui capaian Porprov sebelumnya membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang tak ingin menunggu waktu. Meski Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII 2026 di Kabupaten Paser masih sekitar 11 bulan lagi dan dijadwalkan berlangsung pada November 2026, persiapan sudah mulai dimatangkan sejak sekarang.

Langkah awal ini ditempuh demi memastikan prestasi Kota Bontang meningkat dibanding Porprov ke-VII 2022 di Kabupaten Berau, di mana kontingen Bontang mengoleksi total 57 medali.

Ketua KONI Bontang, Jamaluddin. (Dwi S/Radar Bontang)

“Untuk Porprov kali ini, harus bisa lebih dari yang kemarin. Kalau sebelumnya kita memperoleh 57 medali, di Porprov ini targetnya harus melampaui capaian tersebut,” ujar Ketua KONI Bontang, Jamaluddin.

Untuk mencapai target tersebut, KONI Bontang akan melakukan seleksi ketat terhadap cabang olahraga (cabor) yang benar-benar memiliki potensi dan peluang meraih medali. Hal ini seiring bertambahnya jumlah cabor di Kota Bontang.

“Pastinya kita berangkatkan cabor yang memiliki peluang medali. Ini bukan lagi ajang mencari pengalaman, tetapi pertandingan untuk benar-benar siap bertanding. Kita lihat perkembangan dan peningkatan atlet, kalau layak dan berpeluang, pasti kita berangkatkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Tukin IKN Menggoda, Bontang Berhitung

Ajukan Anggaran Rp7 Miliar

Persiapan awal yang dilakukan KONI Bontang adalah mengusulkan anggaran sebesar Rp7 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan atlet, mulai dari perlengkapan dari atas hingga bawah, termasuk biaya akomodasi dan transportasi.

“Ini untuk anggaran belum terkonfirmasi, karena masuk di anggaran perubahan. Soalnya pertandingannya berlangsung di November 2026. Dari anggaran Rp7 miliar ini, sekitar Rp5 miliar untuk keberangkatan beserta atribut, sedangkan Rp1 miliar untuk biaya training center (TC),” beber Jamaluddin.

Besaran anggaran itu diajukan karena KONI Bontang menargetkan mengirim 56 cabang olahraga dari total 63 cabor yang akan dipertandingkan di Kabupaten Paser.

Dorong Pemkot Naikkan Bonus Atlet

Selain persiapan teknis dan anggaran keberangkatan, KONI Bontang juga mendorong adanya kenaikan bonus bagi atlet berprestasi dibandingkan Porprov sebelumnya.

Jamaluddin menilai peningkatan bonus menjadi faktor penting untuk menjaga motivasi atlet yang akan bertanding membawa nama daerah. Menurutnya, bonus bukan semata soal nominal, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras, disiplin latihan, dan prestasi yang diraih atlet.

Baca Juga:  71 Pejabat Pemprov Kaltim Dilantik, Gubernur Harum Ingatkan ASN Bukan untuk Dilayani

“Harapannya di Porprov 2026 ini ada kenaikan. Kalau sebelumnya atlet tunggal menerima Rp50 juta, kami berharap bisa naik menjadi Rp60 juta per orang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).

Dengan rencana peningkatan bonus tersebut, KONI Bontang memperkirakan kebutuhan anggaran bonus berada di kisaran Rp15 miliar. Perhitungan ini didasarkan pada target perolehan medali dari sekitar 56 cabang olahraga yang direncanakan diberangkatkan mewakili Kota Bontang.

“Kami melihat komitmen pemerintah daerah cukup kuat dalam mendukung olahraga. Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat tambahan bagi atlet Bontang untuk meraih prestasi terbaik di Porprov 2026 Paser,” pungkasnya.

Coret 7 Cabor, Fokus 56 Cabang Olahraga

KONI Bontang juga memastikan tidak seluruh cabang olahraga akan diberangkatkan ke Porprov 2026 di Kabupaten Paser. Dari total 63 cabor yang dipertandingkan, tujuh cabor diputuskan tidak ikut serta karena dinilai sudah tidak aktif.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi internal terhadap keaktifan kepengurusan serta pembinaan atlet di masing-masing cabang.

“Dari 63 cabor, ada tujuh yang tidak kita berangkatkan. Kepengurusannya sudah tidak aktif, begitu juga pembinaan atletnya,” ujar Jamaluddin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Warisan Ulama Abad ke-18, Masjid Al Wahhab Tetap Kokoh di Pesisir Bontang Kuala

Dengan kebijakan tersebut, KONI Bontang hanya akan memberangkatkan 56 cabang olahraga dengan jumlah atlet sekitar 650 orang. Adapun cabor yang dipastikan tidak ikut antara lain anggar, MMA, selam, ski air, e-sport, serta dua cabang lainnya yang belum disebutkan secara rinci.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.