SAMARINDA — Borneo FC Samarinda resmi menuntaskan komposisi pemain asing jelang putaran kedua BRI Super League. Klub berjuluk Pesut Etam itu mengumumkan bergabungnya gelandang bertahan tim nasional Suriah, Mohammad Anez, sebagai rekrutan asing terakhir untuk menghadapi paruh musim yang krusial.
Kehadiran Anez menegaskan keseriusan Borneo FC Samarinda menjaga konsistensi performa di papan atas klasemen. Manajemen klub menilai tambahan tenaga di sektor tengah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan permainan, terutama menghadapi jadwal padat dan intensitas kompetisi yang meningkat.
Melalui pernyataan resmi klub, Borneo FC menyampaikan sambutan khusus kepada pemain berusia 27 tahun tersebut.
“Marhaban, kekuatan Borneo FC Samarinda di putaran kedua Super League bertambah dengan kedatangan gelandang timnas Suriah, Mohammad Anez. Selamat datang di keluarga besar Pesut Etam,” tulis manajemen klub.
Anez datang dengan bekal pengalaman internasional yang solid. Ia tercatat sebagai pemain reguler tim nasional Suriah dan memiliki jam terbang kompetitif di level klub Asia Barat. Sebelum berlabuh ke Indonesia, Anez memperkuat Al-Ahed, salah satu kekuatan utama di kasta tertinggi Liga Lebanon.
Bersama Al-Ahed, Anez mencatatkan 10 penampilan dengan kontribusi dua assist. Peran utamanya sebagai gelandang bertahan dinilai mampu memberi perlindungan ekstra bagi lini belakang sekaligus menjadi penghubung awal transisi serangan Borneo FC.
Masuknya Anez membuat persaingan di sektor tengah Pesut Etam semakin ketat. Ia akan bersaing sekaligus melengkapi komposisi gelandang yang telah lebih dulu dihuni nama-nama seperti Kei Hirose, Rivaldo Pakpahan, dan Juan Villa, dengan dukungan pelapis Ikhsanul Zikrak, Dwiky, serta Ahmad Agung.
Dengan kedalaman skuad yang semakin merata, tim pelatih Borneo FC kini memiliki lebih banyak opsi rotasi tanpa harus mengorbankan kualitas permainan. Kehadiran Anez juga membuka kemungkinan variasi skema taktik, khususnya dalam menjaga stabilitas permainan saat menghadapi lawan-lawan berat di putaran kedua.
Publik Samarinda kini menanti, seberapa cepat Mohammad Anez mampu beradaptasi dengan tempo cepat dan karakter permainan Borneo FC, serta apakah ia bisa langsung memberi dampak pada laga-laga awal paruh musim. (MK)
Editor: Agus S




