BPBD Paparkan Sejumlah Wilayah Rentan Banjir, Rob, Longsor, dan Puting Beliung di Bontang

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, membeberkan daftar wilayah paling rentan bencana berdasarkan catatan tiga tahun terakhir. Sejumlah titik di Bontang tercatat kerap mengalami banjir, banjir rob, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi menyatakan kondisi ini menjadi perhatian utama BPBD, menjelang puncak musim hujan di Bulan Desember.

Untuk kategori banjir permukiman, wilayah Kelurahan Api-Api dan Perumahan Bontang Permai menjadi titik yang paling sering tergenang. Perumahan Bontang Permai bahkan tercatat sebagai lokasi dengan durasi genangan paling lama, mencapai 12 jam dalam kejadian terakhir.

Sementara itu wilayah seperti Kelurahan Guntung, Gunung Telihan, serta area cekungan lainnya juga berulang kali menjadi lokasi banjir, terutama ketika hujan deras bersamaan dengan air pasang.

Di kawasan pesisir, seperti Tanjung Laut, Berbas Pantai, hingga Gusung, masyarakat lebih sering dihadapkan pada ancaman banjir rob. Bencana ini biasanya terjadi dua kali setiap bulan dengan ketinggian air yang cukup mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga:  Terkendala Administrasi, Dua Marbot Batal Berangkat Umrah Gratispol

Tak hanya banjir, BPBD juga menyoroti sejumlah titik rawan longsor seperti Gunung Telihan, Mas Darling, dan wilayah perbukitan di Kecamatan Bontang Selatan. Kontur tanah yang curam dan intensitas hujan tinggi menjadi faktor pemicu utama longsor di kawasan tersebut.

Selain itu, angin puting beliung juga menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi, terutama di daerah pesisir seperti Malahing dan Tihi Tihi. Namun wilayah perkotaan tidak luput dari ancaman yang sama.

“Beberapa waktu lalu kan sempat ada TK yang atapnya terangkat karena puting beliung, nah itu salah satu contoh yang terjadi di darat,” terangnya.

Mengacu pada data historis tersebut, BPBD mengimbau warga di titik-titik rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode puncak musim hujan.

“Wilayah-wilayah ini menjadi prioritas penanganan karena frekuensi kejadiannya paling tinggi,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.