BONTANG – Warga Kelurahan Guntung RT 5, Jalan Tari Dewa 3 sempat heboh beberap waktu lalu, lantaran sebuah tanaman tumbuh di pekarangan diduga sebagai bunga bangkai langka. Namun, pemilik pekarangan, Eko Mujianto, memastikan tanaman itu hanyalah suweg, sejenis umbi-umbian.
“Sepemahaman saya ini bukan bunga bangkai, ini sejenis umbi-umbian. Di Jawa tanaman ini sering dijadikan pangan,” ujarnya.

Eko menceritakan, ia sengaja menanam tunas suweg karena biasa ditemui di kampung halamannya. Tanaman ini dapat dipanen saat tua, dan bisa tumbuh berkali-kali jika tidak diambil umbinya. Hanya satu di antaranya yang mengeluarkan bunga, sementara sisanya tumbuh berbatang layaknya tanaman biasa.
Ia menambahkan, aroma bunga suweg tidaklah busuk seperti yang dibayangkan, melainkan hanya mengeluarkan bau khas tipis ketika pertama kali mekar. “Kenyataannya sekarang tidak ada aroma apapun,” ucapnya.
Diketahui, suweg termasuk dalam genus Amorphophallus, kerabat dekat bunga bangkai raksasa dan iles-iles. Adapun jenis yang benar-benar langka adalah Rafflesia arnoldii dan Amorphophallus titanum yang berukuran besar dan menjulang tinggi.
Selain itu, Eko menjelaskan kalau suweg memiliki nilai ekonomis. Umbinya bisa diolah menjadi tepung sebagai bahan makanan, “Saya baru pernah makan sekali, hanya saya rebus,” tutupnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




