Dapat Tambahan 2.000 Sambungan Jargas, Bontang Targetkan Jadi “Gas City”

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong upaya merealisasikan sebagai “Gas City” atau kota berbasis energi gas di Indonesia.
Komitmen ini diperkuat melalui pertemuan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas), di Jakarta, Selasa (31/3/2026) kemarin.

Dalam pertemuannya, Pemkot Bontang telah berhasil memperoleh tambahan 2.000 sambungan Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga untuk di 2026, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program ini merupakan bagian, dari percepatan pemerataan energi gas untuk masyarakat.

Berdasarkan draf usulan Pemkot Bontang yang telah tercatat, masih ada sebanyak 4.034 rumah tangga di wilayah Bontang yang masih belum teraliri oleh jargas.

Salah satunya kawasan yang menjadi perhatian adalah Bontang Lestari (Bonles). Sebab, wilayah ini sebelumnya belum terjangkau jaringan gas, akibat kendala jarak geografis serta keterbatasan anggaran daerah.

Dari hasil kunjungan dan koordinasi yang dilakukan, Bontang memperoleh tambahan kuota pemasangan jargas sebanyak 2.000 sambungan untuk 2026. Sementara itu, di sisa kebutuhannya sebanyak 2.034 sambungan lainnya, bakal ditargetkan terealisasi di 2027 mendatang.

Baca Juga:  Wawali Respon Pegawai DLH yang Dipecat Terkait Kasus Pencurian Solar

“Dengan adanya tambahan kuota tersebut, total sebanyak 12.533 sambungan jaringan gas. Dipastikan bakal terpasang di 2026,” paparnya.

Langkah ini menjadi momentum penting bagi Bontang untuk mencatatkan sejarah di tingkat nasional. Hingga saat ini, belum ada kota di Indonesia yang seluruh wilayahnya teraliri jaringan gas secara menyeluruh.

Dengan sisa kekurangan yang hanya berkisar di angka 4.000 sambungan, peluang Bontang untuk menjadi pelopor kota dengan cakupan jargas penuh terbuka lebar.

Maka jika terwujud, hal ini akan menjadi kebanggaan tersendiri, khususnya bagi masyarakat Bontang, yang nantinya berpotensi mendeklarasikan diri sebagai “City Gas”.

“Program jargas di Bontang sendiri telah dimulai sejak 2011 lalu, melalui dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Akan tetapi hingga sampai saat ini, masih ada sekitar 4.034 rumah tangga yang belum teraliri gas. Termasuk wilayah Bonles sekitar 900 sambungan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.