BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menetapkan 1.330 individu sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) daerah pada 2025, dari total 17.053 warga miskin yang terdata. Penyaluran bantuan dilakukan secara selektif dan tidak menyasar seluruh warga miskin.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menjelaskan, pembatasan jumlah penerima BLT dilakukan karena sebagian besar warga miskin di Bontang sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat, sehingga tidak diperbolehkan menerima bantuan ganda.
“BLT daerah ini kita fokuskan bagi yang belum mendapatkan bantuan pusat,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, BLT daerah diprioritaskan bagi kelompok paling rentan, seperti penyandang disabilitas, lansia, serta warga miskin ekstrem, dengan acuan desil ekonomi 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dari total penerima BLT, sekitar 900 orang berasal dari kelompok disabilitas, sementara sisanya dialokasikan untuk bantuan biaya hidup dan kelompok rentan lainnya.
“Total anggaran untuk BLT ini berkisar Rp 4.78 miliar,” ujarnya.
BLT disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima melalui bank yang ditunjuk, “Nanti dibukakan rekening. Jadi di data by name, by address, by KK, baru wilayah. Setelah itu kita akan berikan secara tunai langsung lewat apalagi rekening bank,” tambahnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




