SANGATTA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mikajo Bakery di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), berhasil membuktikan bahwa inovasi berbasis bahan baku lokal dapat menembus pasar premium. Berkat pendampingan intensif dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), pemilik Mikajo, Grace Yuanita (38), sukses mentransformasi labu kuning lokal menjadi roti vegan dan gluten-free dengan harga jual mencapai Rp35 ribu.
Grace, yang memulai usahanya dari motivasi sederhana membuat roti karena anaknya menyukai labu, berhasil menemukan formula roti kaya serat dan beta-karoten.
“Awalnya hanya karena anak suka labu, selain untuk kolak, saya coba jadikan roti,” ungkap Grace saat ditemui di tokonya di Ruko Bintang, Munthe, Sabtu (4/10/2025).
Keberhasilan Mikajo terletak pada strategi pemasarannya yang cerdas. Grace melakukan riset yang menunjukkan bahwa 76,9% responden di atas 20 tahun mencari roti vegan dan bersedia membayar mahal untuk kualitas.
Data ini menjadi dasar bagi Grace untuk memposisikan roti labunya sebagai produk premium, yang kini ia sebut sebagai “Emas Vegan”. Kisaran harga produk Mikajo terentang dari Rp5.000 hingga Rp35.000.
Pendampingan oleh YDBA Astra dalam hal ini LPB PAMA Banua Etam PT PAMA sejak tahun 2018 memegang peranan kunci dalam peningkatan kualitas Mikajo.
Pendampingan ini berfokus pada:
Standar Kualitas: Penerapan ketat standar industri 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) untuk menjamin proses produksi yang higienis.
Keberlanjutan: Pengaplikasian prinsip “zero waste” dan minim sampah.
Literasi Pemasaran: Bantuan dalam branding dan strategi edukasi, termasuk peningkatan kemasan agar terlihat premium di mata konsumen.
Grace Yuanita menekankan, bahwa filosofi bisnisnya adalah fokus dan konsisten dalam segala keadaan, serta terus melakukan inovasi. Konsistensi ini membawa Mikajo Bakery menjadi pelopor toko roti di Sangatta yang berspesialisasi dalam inovasi berbasis labu kuning.
“Saya sangat berterima kasih kepada LPB PAMA dalam hal ini YDBA Astra, yang telah memberikan pendampingan secara konsisten. Mereka tidak hanya melihat kami sebagai UMKM biasa, tetapi membekali kami dengan ilmu riset dan manajemen yang membuat kami mampu ‘naik kelas’ dan bersaing di pasar premium,” ujar Grace penuh syukur.
Kesuksesan Mikajo tidak hanya meningkatkan omzet internal, tetapi juga membawa dampak positif berkelanjutan. Mikajo kini aktif menjalin kolaborasi dengan petani lokal untuk pasokan labu, yang secara langsung meningkatkan nilai jual komoditas mereka.
Kisah Mikajo Bakery menjadi contoh nyata, bahwa UMKM yang mengadopsi pola pikir inovatif dan mengedepankan aspek kesehatan siap menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




