BONTANG – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kota Bontang mencatat sebanyak 61 kasus suspek campak dan rubella, dengan 11 di antaranya terkonfirmasi positif campak. Menariknya, tidak ditemukan kasus positif rubella maupun laporan kematian akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe mengungkapkan, cakupan imunisasi vaksin Campak Rubella (MR) dosis pertama di Kota Bontang masih jauh dari target nasional. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga periode Januari hingga Agustus 2025, rata-rata capaian tiap kelurahan belum mencapai separuh dari target tahunan sebesar 95 persen.
Kelurahan Kanaan tercatat memiliki cakupan tertinggi dengan persentase 69 persen. Disusul Bontang Kuala 51 persen, dan Bontang Lestari 48 persen. Sementara beberapa kelurahan lainnya masih berada di bawah 40 persen, seperti Telihan (42 persen), Loktuan (38 persen), Bontang Baru (37 persen), dan Api-Api (35 persen).
Adapun kelurahan dengan capaian terendah adalah Berbas Tengah dengan 22 persen dan Berbas Pantai 23 persen. Selain itu, Tanjung Laut, Gunung Elai, dan Belimbing juga menunjukkan angka di bawah 30 persen.
“Meskipun sempat diberitahu bahwa 11orang terkonfirmasi positif campak, Alhamdulillah kabar terbaru mereka sudah sembuh,” pungkasnya dalam Sosialisasi Cakupan Imunisasi dan Cakupan ORI Campak, Senin (6/10/2025).
Ia mengimbau, bahwa imunisasi bukan hal yang membahayakan seperti asumsi masyarakat. Imunisasi menjadi satu-satunya penghindar masyarakat terutama pada anak-anak dari virus yang menyebabkan campak itu sendiri.
“Campak ini cukup mudah tertular lewat udara, jadi imunisasi menjadi tameng utama,” tuturnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




