BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang merespons sidak Komisi C DPRD Bontang terkait kondisi jalan di Kampung Timur, Kelurahan Kanaan RT 1, Selasa (3/2/2026).
Kabid Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin, mengakui ruas jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan, namun terkendala prioritas dan keterbatasan anggaran.
Ia menjelaskan, perencanaan pembangunan badan jalan di wilayah tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2023. Awalnya, PUPRK berencana menembus akses hingga ke wilayah HOP. Namun pada 2024, penanganan hanya bisa dilakukan sepanjang 788 meter melalui program TMMD bersama TNI AD.
“Perencanaan kami sudah ada sejak 2023. Target awal 600 meter, tapi di lapangan hampir 800 meter. Namun kalau dihitung keseluruhan kebutuhan, masih sangat panjang,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Anwar menjelaskan, pada 2025 kemarin pihaknya menangani sekitar Rp200 miliar, tahun ini hanya tersisa sekitar Rp40 miliar untuk menangani 87 ruas jalan, termasuk kebutuhan jembatan.
“Kebutuhan penanganan jalan yang sudah kami ranking sebenarnya hampir mencapai Rp1 triliun. Tapi dengan keterbatasan anggaran, banyak yang belum bisa ditangani sekaligus,” tambahnya.
Terkait Jalanan di Kampung Timur, Anwar berharap usulan tersebut bisa menjadi prioritas dalam Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam alokasi anggaran kota maupun skema pendanaan lain seperti DBH Sawit atau CSR.
Sebagai langkah awal, pihaknya akan menurunkan tim lapangan untuk penanganan darurat penambalan jalan pada Rabu (4/2/2026) esok hari.
“Insyaallah besok saya turunkan alat dan tenaga harian lepas kami. Alat kami saat ini ada di Sekambing dan akan kami arahkan ke lokasi,” katanya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




