UJOH BILANG – Wacana penerapan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah pusat dinilai masih dapat dijalankan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), meskipun dihadapkan pada tantangan utama berupa kualitas jaringan internet yang belum merata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian (Diskominfostandi) Mahakam Ulu, Markus Wan, menyebut kondisi geografis wilayah yang didominasi kawasan perbatasan menjadi salah satu faktor utama keterbatasan akses jaringan.
“Secara umum kondisi jaringan di Mahakam Ulu masih seperti sebelumnya, namun saat ini sudah mulai menunjukkan perbaikan seiring bertambahnya infrastruktur telekomunikasi,” ujarnya, Selasa (2/4/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas jaringan tersebut tidak terlepas dari dukungan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Menurutnya, langkah tersebut mulai memberikan dampak positif, terutama dalam menunjang aktivitas pemerintahan yang kini semakin bergantung pada sistem digital, termasuk penerapan pola kerja fleksibel seperti WFA.
Meski demikian, Markus mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang masuk kategori blank spot. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang terus diupayakan penyelesaiannya melalui koordinasi lintas sektor.
“Masih ada beberapa titik yang belum terjangkau jaringan. Ini yang terus kami dorong agar bisa segera teratasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan implementasi WFA sangat bergantung pada stabilitas konektivitas digital. Tanpa dukungan jaringan yang memadai, efektivitas kerja aparatur berpotensi terganggu.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu tetap optimistis bahwa kualitas jaringan akan terus meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat, kami optimistis kualitas jaringan ke depan akan semakin baik dan mampu mendukung WFA secara maksimal,” pungkasnya.
Pemkab Mahulu berharap percepatan pembangunan infrastruktur digital dapat terus dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal, sekaligus mendukung transformasi sistem kerja yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. (MK)
Pewarta : Ichal
Editor : Agus S




