Diskop UKM Kutim Tegaskan Koperasi Merah Putih Bukan Pesaing Koperasi Lokal

SANGATTA – Kehadiran program Koperasi Merah Putih mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Tak sedikit yang mempertanyakan, apakah koperasi tersebut benar-benar menjadi penguat ekonomi rakyat atau justru berpotensi menggeser koperasi lokal yang sudah lebih dulu eksis.

Namun kekhawatiran itu ditepis Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, memastikan bahwa Koperasi Merah Putih tidak akan menimbulkan tumpang tindih dengan koperasi binaan yang selama ini berjalan.

“Tidak ada tumpang tindih. Karena koperasi yang ada selama ini lebih banyak koperasi perkebunan. Anggotanya kebanyakan dari karyawan perusahaan perkebunan sawit,” tegas Teguh kepada Media Kaltim, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, koperasi yang berkembang di Kutim selama ini memang didominasi koperasi sektor perkebunan, khususnya sawit. Karakter koperasi tersebut lebih bersifat internal perusahaan karena anggotanya berasal dari lingkungan pekerja perkebunan.

Sementara itu, Koperasi Merah Putih hadir dengan segmentasi berbeda. Teguh menyebut koperasi ini lebih diarahkan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat secara umum, termasuk pelaku UMKM, kelompok usaha desa, hingga masyarakat yang belum terakomodasi dalam koperasi yang sudah ada.

Baca Juga:  Disdikbud Kaltim Percepat Distribusi Seragam Gratis, Target Tiba Tepat Awal Tahun Ajaran 2026

Dengan perbedaan itu, Teguh menilai Koperasi Merah Putih tidak akan menjadi pesaing koperasi lokal. Justru keberadaannya diharapkan dapat memperluas akses masyarakat untuk membangun usaha berbasis kolektif.

“Koperasi Merah Putih ini lebih mengarah pada pemberdayaan masyarakat secara umum. Jadi bukan mengambil peran koperasi yang sudah ada,” ujarnya.

Diskop UKM Kutim juga memastikan pembinaan terhadap koperasi lama tetap berjalan. Di sisi lain, koperasi baru yang dibentuk melalui program Koperasi Merah Putih akan didorong agar dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip koperasi.

Teguh berharap kehadiran Koperasi Merah Putih benar-benar memberi dampak nyata dalam menggerakkan ekonomi rakyat di Kutim, bukan sekadar program formalitas.

“Kami ingin koperasi ini jadi penguat ekonomi masyarakat. Bukan bersaing, tapi saling melengkapi,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.