BONTANG – Dalam rangka menangani inflasi yang ada di Kota Bontang, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mengajak masyarakat untuk menanam cabai di halaman maupun pekarangan rumah.
Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem mengatakan, pihaknya meluncurkan program inovasi Gerakan Menanam Cabai Rawit berupa Pekarangan Rumah Tangga (Gembira Pak RT).
“Program ini rencananya dimasukkan ke Pro RT dan dianggarkan berapa persen untuk ketahanan pangan,” pungkasnya.
Pihaknya berkolaborasi dengan perusahaan seperti Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, PT Pupuk Kaltim, PT Badak, Indominco, dan PT Pamapersada.
“Harga cabai sudah Rp 100 ribu, kalau punya pohonnya sendiri tidak perlu pusing karena inflasi,” tuturnya.
Sebagai langkah awal gerakan ini berbasis komunitas yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap kelurahan.
Adapun sistem pelaksanaannya, program ini melibatkan skema kolaborasi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pihaknya berperan memberikan penyuluhan teknis, menyediakan benih cabai, melakukan pengawasan terhadap hama dan penyakit tanaman serta memonitor program tersebut hingga berhasil.
CSR dalam hal ini menjadi penyediaan sarana produksi seperti polybag, media tanam, pupuk organik, bantuan alat pertanian, serta fasilitasi pemasaran apabila terjadi surplus produksi.
“Total ada 15 RT, perwakilan dari masing-masing kelurahan 1 RT. Itu sedang menjadi percontohan dan sedang berlangsung,” tutupnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




