TANA PASER – Workshop bertajuk Naik Kelas, Strategi Pemasaran Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digelar di Kabupaten Paser. Kegiatan in8 diadakan kerjasama Komisi X DPR RI berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Acara yang dihadiri sejumlah tokoh ini mendapat sambutan antusias dari para pelaku UMKM setempat.
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui visi Paser Tuntas untuk terus mendukung program pemberdayaan ekonomi rakyat.
“UMKM menjadi salah satu prioritas pembangunan. Semangat kita adalah tangguh, unggul, transformatif, adil, dan berjaya. Alhamdulillah, jumlah UMKM di Paser terus bertambah, kini tercatat ada 47.634 unit usaha,” kata Ikhwan.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis, di antaranya peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) serta peluncuran Kredit Usaha Paser Tuntas dengan bunga 0 persen bagi pelaku UMKM.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang juga legislator asal Kaltim. Dalam sambutannya menegaskan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dan harus terus ditingkatkan kualitasnya.
“Indonesia memiliki lebih dari 64 juta UMKM, dan kontribusinya terhadap PDB mencapai 61,7 persen atau senilai Rp8.573 triliun. Di Paser, lebih dari 47 ribu UMKM ini adalah potensi luar biasa. Tugas kita adalah membantu mereka naik kelas,” ujarnya.
Hetifah juga mengapresiasi langkah Pemkab Paser menghadirkan kredit berbunga nol persen serta layanan terpadu untuk mempermudah izin usaha. Ia menilai kebijakan tersebut akan memangkas hambatan yang selama ini membebani pelaku UMKM.
“Dulu penelitian saya menunjukkan 20 persen modal awal UMKM habis untuk biaya perizinan dan administrasi. Dengan adanya PLUT, semuanya jadi lebih mudah dan gratis,” jelasnya.
Selain itu, Hetifah menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas agar produk UMKM memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar. Ia mencontohkan bagaimana desain, kemasan, hingga pemanfaatan motif lokal dapat melipatgandakan nilai jual produk.
Seminar ini juga menghadirkan Eka Gandara, periset BRIN, yang memaparkan pentingnya riset dan inovasi dalam mengembangkan usaha kecil agar mampu bersaing di era digital. “Riset dapat memberikan solusi nyata, baik dalam peningkatan kualitas produk, efisiensi produksi, maupun strategi pemasaran berbasis teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Maryam Abubakar, MP, dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Paser, menekankan peran pendidikan dalam mendorong UMKM naik kelas.
Acara yang juga dihadiri Kepala Disperindagkop Paser Yusuf dan Forum UMKM Paser ini berlangsung interaktif, termasuk membahas strategi digitalisasi pemasaran dan pemanfaatan media sosial bagi pelaku usaha. (MKN)
Editor: Yusva Alam




