DTT dan Dana Baznas Digelontorkan untuk Pulihkan Korban Kebakaran Batu Ampar

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tancap gas menangani dampak kebakaran hebat di Kecamatan Batu Ampar. Fokus utama kini beralih pada percepatan pemulihan korban yang kehilangan tempat tinggal.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memastikan langkah konkret segera dijalankan. Salah satunya dengan mencairkan Dana Belanja Tidak Terduga (DTT) guna mendukung kebutuhan mendesak warga terdampak.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat dukungan, khususnya dalam penyediaan hunian sementara.

“DTT segera kita gunakan. Baznas juga kita libatkan untuk membantu kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dampak kebakaran tergolong besar. Camat Batu Ampar, Ahmad Syah, menyebutkan sebanyak 117 kepala keluarga atau 337 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.

Upaya pemadaman saat kejadian berlangsung telah dilakukan secara maksimal. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik kecamatan dikerahkan, dibantu armada perusahaan sekitar dan peralatan swadaya warga.

Namun, kobaran api sulit dikendalikan hingga meluas ke permukiman padat.

“Saya sedih, yang terbakar ini keluarga saya semua. Kami sudah berusaha, tapi ini kehendak Allah,” ujar Ahmad Syah.

Baca Juga:  Disnaker Ungkap Kejanggalan Penerapan "Jam OPA" PT PAMA, Minta Kebijakan dan PHK Karyawan Ditinjau Ulang

Pasca kebakaran, penanganan darurat langsung dilakukan lintas sektor. Aparat TNI dan Polri mengamankan lokasi, sementara tenaga kesehatan dari puskesmas bersiaga memberikan layanan medis.

Bantuan logistik pun terus disalurkan, di antaranya: 2.290 kilogram beras, 500 liter minyak goreng, 115 paket sembako, Bantuan sandang seperti sarung, bed cover, dan terpal.

Selain itu, pemerintah juga memastikan anak-anak korban tetap dapat melanjutkan aktivitas belajar.

Dalam upaya percepatan pemulihan, Baznas Kutim menyiapkan dana sekitar Rp772 juta yang bersumber dari zakat ASN.

Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan hunian sementara bagi para korban, agar mereka segera memiliki tempat tinggal yang layak.

Langkah cepat ini diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses .

Pemkab Kutim menargetkan dalam waktu satu pekan, rencana penanganan sekaligus penataan kawasan terdampak sudah rampung.

Rencana tersebut akan diajukan hingga ke pemerintah pusat sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi pascabencana.

Langkah ini diharapkan memberi kepastian bagi warga sekaligus mempercepat proses pemulihan secara menyeluruh.

Di balik upaya maksimal di lapangan, keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran menjadi sorotan.

Baca Juga:  Meriah! Pekan Raya Kutim Expo 2025 Resmi Dibuka, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Ardiansyah mengakui, jumlah armada yang terbatas serta akses jalan yang sempit menjadi kendala utama saat proses pemadaman berlangsung.

“Fasilitas sudah ada, tapi belum maksimal. Apinya besar, mobilnya cuma dua, jalan juga sempit, jadi penanganannya agak lambat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.