Dua Proyek Mangkrak Dikebut, Dishub Kutim Janji Tuntaskan Pelabuhan dan Bandara 2027

SANGATTA – Setelah bertahun-tahun mandek, dua proyek besar di Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapat perhatian serius. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim di bawah kepemimpinan Kepala Dinas baru, Poniso Suryo Renggono, berkomitmen menuntaskan Pelabuhan Kenyamukan dan mempercepat pemanfaatan Bandara Tanjung Bara agar keduanya bisa berfungsi maksimal pada 2027.

“Intinya PR besar yang disampaikan Pak Bupati ada dua. Pertama Pelabuhan Kenyamukan, kedua Bandara Tanjung Bara. Untuk pelabuhan, tinggal sisi darat yang belum tuntas. Target saya 2027 sudah bisa operasional,” tegas Poniso saat ditemui, Kamis (28/8).

Poniso menjelaskan, proyek Pelabuhan Kenyamukan memerlukan anggaran sekitar Rp214 miliar untuk penyelesaian sisi darat, termasuk reklamasi seluas 0,7 hektare dan pembangunan sarana pendukung pelabuhan. Ia mendorong agar proyek ini dikerjakan dengan skema multi years agar progres tak tersendat setiap tahun anggaran.

“Kalau dikerjakan tahunan, pasti lambat. Skema multi years membuat pekerjaan lebih fokus dan efisien,” ujarnya.

Pelabuhan Kenyamukan sejatinya sudah lama diimpikan masyarakat Kutim sebagai gerbang laut utama yang dapat memperlancar arus barang dan menekan biaya logistik. Namun, sejak dicanangkan lebih dari satu dekade lalu, proyek ini kerap tersendat karena persoalan anggaran dan administrasi.

Baca Juga:  Dapur MBG Samarinda Jadi Percontohan Nasional Program Makanan Bergizi Gratis

Poniso optimistis pelabuhan ini akan menjadi penggerak ekonomi baru Kutim. “Dampaknya besar. Mulai dari efisiensi distribusi, membuka lapangan kerja, mendorong UMKM, hingga menumbuhkan sektor pariwisata. Apalagi Kutim menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN),” jelasnya.

Selain pelabuhan, Dishub juga menyoroti percepatan pemanfaatan Bandara Tanjung Bara yang hingga kini masih dikelola oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan belum terbuka untuk penerbangan umum.

“Untuk bandara, sifatnya koordinatif. Kewenangan ada di PT KPC. Tapi kami dorong agar segera ada penerbangan reguler, rencananya setiap Selasa dan Kamis dengan tujuan Balikpapan,” terang Poniso.

Ia menambahkan, Dishub akan menggelar rapat teknis bersama PT KPC untuk memastikan kesiapan operasional dan jadwal penerbangan dalam waktu dekat. “Harapannya, bulan depan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Poniso menegaskan, Dishub Kutim akan terus mengawal dua proyek strategis tersebut hingga benar-benar tuntas. “Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai aturan dan target. Saat Bupati meninjau, semuanya sudah siap beroperasi,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Baca Juga:  TAGUPP Kaltim Resmi Dibentuk, 38 Tokoh Siap Kawal Program Strategis
Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.