Ekonomi Hijau dan Digitalisasi, Bappenas Minta Negara Siapkan Tenaga Kerja Adaptif

SAMARINDA – Direktur Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Nur Hygiawati Rahayu, menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan struktur ekonomi menuju pembangunan berkelanjutan atau ekonomi hijau.

Menurutnya, transformasi menuju industri hijau dan digitalisasi menciptakan dinamika baru di pasar kerja. Munculnya jenis pekerjaan baru (job gains) akan selalu diiringi dengan hilangnya jenis pekerjaan lama (job loss).

“Itu akan terus terjadi. Mungkin sekarang terasa makin cepat karena disrupsi teknologi dan arah menuju keberlanjutan juga semakin kuat. Tapi yang perlu kita pastikan, pekerjaannya boleh hilang, tapi orangnya tidak boleh hilang dari dunia kerja,” ujar Hygiawati saat diwawancarai di Samarinda, Rabu (15/10/2025).

Ia menuturkan, sektor pertambangan dan energi fosil yang saat ini masih menjadi tumpuan lapangan kerja di sejumlah daerah akan mengalami penurunan seiring kebijakan transisi energi nasional. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan strategi yang lebih rinci dan terukur agar para pekerja terdampak tidak kehilangan mata pencaharian.

“Kalau kita tahu kapan penurunan produksi itu terjadi, berapa tenaga kerja yang berkurang, maka sebelum itu terjadi kita sudah bisa menyiapkan alternatif pekerjaan lain,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkab Kutim Resmikan SPPG Dayung, Layani SMKN 2 dan SMPN 1

Salah satu langkah yang tengah disiapkan Bappenas adalah program reskilling, yakni pelatihan untuk meningkatkan atau mengalihkan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri hijau dan ekonomi digital.

Nur Hygiawati menegaskan, percepatan perubahan di era transisi ekonomi ini harus diimbangi dengan percepatan kebijakan, pelatihan, dan adaptasi tenaga kerja.

“Kita harus mengikuti cepatnya perubahan itu. Karena kalau tidak, kita akan tertinggal dari arah pembangunan berkelanjutan,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.