Faisal: Bendungan Marangkayu Jauh dari Harapan

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal menyebut, pemanfaatan Bendungan Marangkayu sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Taman, masih jauh dari harapan.

Sebab kata dia, sejumlah permasalahan masih harus diselesaikan di salah satu proyek strategi nasional tersebut. Mulai dari usia bendungan yang tidak layak, penetapan lokasi yang belum jelas, investasi yang mahal, jarak yang jauh, hingga soal pembebasan lahan.

“Butuh waktu yang tidak sebentar. Sementara krisis air baku Bontang sudah mendesak,” kata Faisal belum lama ini.

Alternatif air bekas galian tambang (eks void), menurutnya, menjadi pilhan yang paling memungkinkan untuk segera direalisasikan. Di daerah lain, sambung Faisal, sudah banyak yang memanfaatkan air eks void. Apalagi juga sudah keluar kajian air eks void aman.

“Tambang yang dimanfaatkan juga sudah yang berumur puluhan tahun. Jadi tidak ada masalah,” ucap politisi Nasdem itu.

Direktur PDAM Bontang Suramin menuturkan, proses pipanisasi dari lokasi lubang tambang menuju depan RSUD Taman Husada Bontang, hanya berjarak 43 killometer. Berbeda dengan Bendungan Marangkayu yang mencapai 70 kilometer. Dengan demikian air eks tambang dinilai lebih efektif dan efisien.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Sepakati KUA dan PPAS APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024

“Kalau di Bendungan Marangkayu nilai investasinya mahal. Jualan airnya ke masyarakat dampaknya juga akan mahal,” ucapnya. (mk)

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.