Gejolak IHSG dan Mundurnya Pimpinan BEI–OJK, Pengamat Soroti Dugaan Intervensi Pemerintah

JAKARTA — Rangkaian pengunduran diri pimpinan lembaga pasar keuangan nasional, mulai dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga jajaran teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memicu spekulasi luas di tengah gejolak pasar modal dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Situasi tersebut terjadi di tengah tekanan berat pasar, penghentian sementara perdagangan saham, serta meningkatnya perhatian investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai rangkaian pengunduran diri tersebut merupakan peristiwa luar biasa dalam sejarah pasar modal Indonesia. Menurutnya, kondisi ini tidak dapat dilepaskan dari kekhawatiran pemerintah terhadap potensi dampak sistemik yang lebih luas.

“Ini membuat kekhawatiran bagi pemerintah, sehingga pemerintah ikut campur dalam menangani masalah tersebut. Karena ini bicara pasar modal dan berhubungan langsung dengan pasar global,” ujar Ibrahim, Jumat malam (30/1/2026).

Ia menyebut, tekanan yang terjadi di sektor keuangan berpotensi mendorong keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam merespons situasi pasar.

“Oleh karena itu, pengunduran diri Ketua OJK dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia kemungkinan besar ada kaitannya dengan intervensi dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Keuangan,” ucapnya.

Baca Juga:  386 Posko Digital Disiagakan, Pemerintah Jaga Jaringan Saat Puncak Mudik 2026

Menurut Ibrahim, kondisi pasar modal Indonesia telah mencapai titik kritis dan membutuhkan pembenahan menyeluruh agar kepercayaan investor global dapat dipulihkan.

“Kalau diibaratkan, ini seperti gunung meletus. Sudah waktunya dilakukan pembenahan-pembenahan agar pasar modal Indonesia bisa kembali maju,” katanya.

Ia juga menyinggung tuntutan reformasi tata kelola pasar modal yang datang dari lembaga indeks global MSCI. Menurutnya, perubahan signifikan diperlukan agar posisi Indonesia di indeks global kembali membaik.

“Keinginan dari MSCI jelas, perlu ada perubahan-perubahan yang signifikan. Dengan begitu, pasar modal Indonesia bisa kembali masuk dalam kategori yang lebih baik dan tidak terus mengalami penurunan,” tandas Ibrahim.

Sebagaimana diketahui, gelombang pengunduran diri tersebut diawali oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, yang menyatakan mundur setelah IHSG mengalami penurunan tajam selama dua hari berturut-turut hingga memicu penghentian sementara perdagangan saham.

Gelombang itu berlanjut dengan pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar bersama sejumlah pimpinan OJK lainnya. Mahendra menegaskan, keputusan tersebut diambil demi kepentingan pemulihan sektor keuangan nasional.

Baca Juga:  SMA Unggul Garuda Resmi Ditetapkan, Fokus Cetak SDM Sains dan Teknologi

“Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah-langkah pemulihan yang diperlukan,” tegas Mahendra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1). (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.